- Harga emas Antam naik Rp20.000 menjadi Rp2.900.000 per gram, sementara buyback melonjak Rp95.000 ke Rp2.664.000 per gram.
- Kenaikan harga emas domestik sejalan dengan lonjakan harga emas dunia yang naik sekitar 2% ke level USD 4.800 per troy ons.
- Penguatan emas dipicu pelemahan dolar AS akibat gencatan senjata AS-Iran serta turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Rabu, 8 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.900.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu masih tren naik Rp 20.000 dibandingkan Senin, 7 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.664.000 per gram.
Harga buyback itu ikut melonkal Rp 95.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Selasa kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram : Rp 1.503.750
- 1 gram: Rp 2.907.250
- 2 gram: Rp 5.754.350
- 3 gram: Rp 8.606.463
- 5 gram: Rp 14.310.688
- 10 gram: Rp 28.566.238
- 25 gram: Rp 71.289.780
- 50 gram: Rp 142.500.363
- 100 gram: Rp 284.922.530
- 250 gram: Rp 712.040.663
- 500 gram: Rp 1.423.870.800
- 1000 gram: Rp 2.847.701.500
Harga Emas Dunia Melonjak
Harga emas dunia kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 8 April 2026. Penguatan ini didorong pelemahan dolar Amerika Serikat serta meredanya ketegangan geopolitik global.
Mengutip FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir tiga minggu sebelum diperdagangkan di kisaran USD 4.800 per troy ons, atau naik sekitar 2 persen pada hari ini.
Baca Juga: Naik Rp 15.000, Cek Deretan Harga Emas Antam Hari Ini
Penguatan emas terjadi seiring melemahnya US Dollar Index (DXY) yang turun ke level terendah dalam hampir satu bulan. Pelemahan dolar dipicu kabar gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan rencana serangan militer terhadap Iran selama dua pekan, dengan syarat pembukaan Selat Hormuz secara penuh.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi memastikan jalur pelayaran tersebut aman dilalui selama periode tersebut, yang turut meredakan kekhawatiran pasar.
Kondisi ini berdampak pada penurunan harga minyak mentah dan meredanya tekanan inflasi global. Dampaknya, ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve ikut menurun.
Turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga semakin menekan dolar dan membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik bagi investor.
Meski demikian, analis mengingatkan pelaku pasar untuk tetap berhati-hati. Kurangnya aksi beli lanjutan berpotensi membatasi penguatan emas dalam jangka pendek, meskipun tren saat ini masih menunjukkan bias positif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
Terkini
-
Harga Pangan Mulai Melandai, Tapi Cabai Masih Tinggi
-
Pembatasan BBM Subsidi 50 Liter per Hari Berlaku sampai Mei 2026
-
Kenapa Harga E-Katalog Lebih Mahal? Begini Penjelasan LKPP
-
SeaBank Cetak Laba Bersih Rp 678,4 Miliar di 2025, Meroket 79%
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999
-
IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu
-
FTSE Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market', Ini Dampaknya
-
Meski Perang Berkobar Lagi, Wall Street Melenggang Naik
-
7 Bank Bangkrut di Indonesia pada Kuartal I 2026, Simak Daftar Terbarunya
-
Jaga Ketahanan Pangan ASEAN, Pupuk Indonesia Bentuk SEAFA Bersama Petronas dan BFI