- Koster desak kepastian Tol Gilimanuk-Mengwi karena malu ditagih warga soal mandeknya proyek.
- Lahan penlok tol 'terkunci', warga Bali tak bisa manfaatkan lahan meski proyek belum berjalan.
- Komisi V DPR sebut lelang tol baru mulai November 2026 dan target operasi fungsional tahun 2029.
Suara.com - Gubernur Bali, I Wayan Koster, meluapkan kegelisahannya terkait nasib proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang hingga kini tak menunjukkan progres signifikan. Koster mengaku terbebani oleh ekspektasi masyarakat yang terus menagih janji pembangunan infrastruktur vital tersebut.
Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Rabu (8/4/2026), Koster blak-blakan menyebut posisi pemerintah daerah kini berada di titik sulit. Proyek yang sudah lama direncanakan ini justru menciptakan ketidakpastian bagi warga, terutama mereka yang lahannya masuk dalam penetapan lokasi (penlok).
“Jadi kami ditunggu-tunggu oleh masyarakat soal jalan tol ini yang sudah lama direncanakan namun sampai sekarang belum ada perkembangan yang berarti buat kami sehingga kami jadi malu dengan masyarakat,” ujar Koster di Kompleks Parlemen, Senayan.
Persoalan kian pelik lantaran status lahan yang masuk dalam trase jalan tol sudah dikunci lewat penlok. Akibatnya, warga pemilik lahan tidak bisa memanfaatkan aset mereka untuk kepentingan lain, sementara pembangunan tol sendiri masih jalan di tempat.
Koster pun mendesak Pemerintah Pusat untuk memberikan kepastian jadwal yang konkret. “Kami mohon kepastian mengenai kelanjutan rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ini,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, mengungkapkan fakta bahwa proyek ini masih dalam tahap yang sangat awal. Berdasarkan tinjauan lapangan pada Februari 2026, dokumen readiness criteria proyek ini masih dalam tahap review.
Jadwal operasional yang diharapkan masyarakat pun nampaknya masih jauh dari panggang api.
“Jalan tol ini direncanakan baru akan lelang pemilihan BUJT pada bulan November 2026 dan beroperasi secara fungsional pada tahun 2029,” ungkap Lasarus.
Lasarus sepakat bahwa beban infrastruktur di Bali, khususnya arus kendaraan dari Pelabuhan Gilimanuk ke wilayah Selatan, sudah mencapai titik jenuh. Menurutnya, Bali memerlukan regulasi dan intervensi anggaran khusus karena tidak mungkin hanya mengandalkan APBD yang terbatas.
Baca Juga: Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru
“Bali ini sudah tidak bisa lagi pakai regulasi normal, Pak. Saya lihat ini daya rusaknya cepat. Kalau APBD Bali saja saya pikir sudah berat sekali,” pungkas Lasarus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 Triliun
-
Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau
-
AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!
-
Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak
-
Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya
-
Purbaya Akui Badan Ekspor DSI Dibentuk Gegara Banyak Kebocoran di Bea Cukai
-
Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu
-
Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi
-
Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut
-
Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat