- IHSG naik 236 poin dengan 592 saham menguat, mencerminkan sentimen pasar yang sangat positif.
- Sentimen global didorong gencatan senjata AS–Israel–Iran serta pembukaan Selat Hormuz yang meredakan kekhawatiran investor.
- Dari domestik, keputusan FTSE mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market menjaga kepercayaan investor, dengan saham BRPT direkomendasikan buy.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya terbang menghijau pada sesi I Rabu, 8 April 2026. Setelah dihantam sentimen dari global maupun domestik.
Pada sesi I ini, IHSG ditutup menguat 236 poin atu 3,39 persen ke level 7.207.
Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya mengungkapkan, lonjakan IHSG sejalan dengan penguatan bursa regional Asia yang merespons positif meredanya ketegangan geopolitik global.
Sentimen utama datang dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran untuk membuka ruang negosiasi menuju penyelesaian konflik.
Presiden AS Donald Trump disebut telah menyetujui gencatan senjata tersebut sekaligus menerima proposal dari Iran sebagai dasar negosiasi lanjutan. Iran juga dilaporkan membuka kembali Selat Hormuz selama periode tersebut dengan syarat penghentian serangan.
Dari dalam negeri, sentimen positif turut didorong keputusan FTSE Russell yang mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market.
Keputusan ini dinilai menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia, meskipun FTSE masih akan mengevaluasi perkembangan tata kelola dan likuiditas pasar hingga pertengahan 2026.
Pilarmas juga merekomendasikan saham BRPT untuk dicermati pelaku pasar dengan rekomendasi buy pada kisaran support 1.500 hingga resistance 1.800.
Trafik Perdagangan
Baca Juga: IHSG Gaspol, Melejit 2% di Awal Perdagangan Rabu
Pada perdagangan Sesi I, sebanyak 25,05 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,61 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,41 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 592 saham bergerak naik, sedangkan 145 saham mengalami penurunan, dan 221 saham tidak mengalami pergerakan.
Sepanjang sesi I, sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan, di antaranya ROCK, SOTS, TRUK, FWCT, dan BATR.
Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar meliputi GSMF, ESIP, VOKS, CBPE, dan PTSP.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026
-
5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik
-
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD
-
Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%
-
Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!
-
Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital
-
Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?
-
OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja