- Nilai tukar rupiah menguat 120 poin ke level Rp16.985 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 8 April 2026.
- Penguatan ini terjadi setelah rupiah sempat melemah signifikan hingga mencapai level terendah tahunan pada Selasa, 7 April 2026.
- Sentimen positif muncul akibat meredanya ketegangan geopolitik global yang sempat menekan stabilitas pasar keuangan domestik dalam beberapa hari.
Suara.com - Mata uang Garuda menunjukkan performa impresif pada pembukaan perdagangan hari ini. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan bergerak menguat tajam pada Rabu (8/4/2026), sekaligus menjauhi level terendah tahunannya yang sempat tersentuh pada perdagangan hari sebelumnya.
Berdasarkan data transaksi di pasar spot pada Rabu (8/4/2026) pagi, rupiah dibuka pada level Rp16.985 per dolar AS.
Posisi ini mencerminkan penguatan signifikan sebesar 120 poin atau sekitar 0,70 persen dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari Selasa sore yang berada di atas angka psikologis Rp17.000.
Langkah penguatan ini menjadi angin segar bagi pasar keuangan domestik setelah nilai tukar rupiah mengalami tekanan hebat dalam beberapa hari terakhir akibat dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga energi dunia yang sempat memanas.
Rangkuman Pelemahan di Hari Selasa
Kenaikan tajam pada Rabu pagi ini terjadi setelah rupiah mencatatkan kinerja yang kurang menggembirakan pada perdagangan Selasa (7/4/2026).
Pada penutupan perdagangan kemarin sore, mata uang rupiah kian melorot dan berakhir di level Rp17.105 per dolar AS. Angka tersebut tercatat sebagai posisi terendah rupiah setidaknya dalam satu tahun terakhir.
Jika menilik ke belakang, sinyal pelemahan rupiah sebenarnya sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan Selasa pagi. Berikut adalah kronologi pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari kemarin:
Pembukaan Selasa Pagi: Rupiah dibuka melemah ke level Rp17.064 per dolar AS, turun 29 poin atau 0,17 persen dari penutupan hari Senin.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
Penutupan Selasa Sore: Tekanan terus berlanjut hingga sore hari, di mana rupiah kembali terpangkas sebesar 70 poin atau 0,41 persen. Rupiah ditutup di level Rp17.105 per dolar AS, turun cukup jauh dari penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.980 per dolar AS.
Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar mengingat level Rp17.100 merupakan titik yang cukup krusial bagi stabilitas moneter dalam negeri di tengah meningkatnya biaya impor energi.
Selaras dengan pergerakan di pasar spot, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia juga menunjukkan tren pelemahan pada hari Selasa. Kurs JISDOR bergerak turun ke level Rp17.092 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi hari sebelumnya yang berada di level Rp17.037 per dolar AS.
Meskipun demikian, aksi rebound yang terjadi pada Rabu pagi ini di level Rp16.985 menunjukkan adanya sentimen positif yang masuk ke pasar keuangan Indonesia.
Para pelaku pasar tampaknya merespons meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sebelumnya sempat memicu aksi beli dolar AS sebagai aset aman (safe haven).
Fluktuasi yang terjadi dalam kurun waktu 48 jam terakhir mencerminkan betapa tingginya volatilitas pasar keuangan saat ini. Rupiah yang sempat tertekan hingga menembus batas terendah dalam setahun, kini perlahan mulai mencari titik keseimbangan baru.
Penguatan sebesar 120 poin pada Rabu pagi memberikan indikasi bahwa tekanan terhadap aset-aset negara berkembang mulai sedikit mereda.
Tag
Berita Terkait
-
Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah
-
Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.999
-
Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter
-
Terpuruk! Rupiah Tembus Level Terlemah Sepanjang Sejarah Rp 17.105/USD
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput