Bisnis / Keuangan
Rabu, 01 April 2026 | 16:50 WIB
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp16.983 per dolar AS pada penutupan pasar hari Rabu, 1 April 2026.
  • Penguatan mata uang Indonesia sebesar 0,34 persen dipicu oleh sentimen positif atas pernyataan perdamaian dari Presiden Trump.
  • Indeks dolar Amerika Serikat mengalami penurunan menjadi 99,82 di tengah optimisme investor terhadap potensi berakhirnya konflik global tersebut.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terus menguat pada penutupan hari ini. Hal ini menjadi kondisi mata uang Garuda terus konsisten bangkit dari pelemahan.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (1/4/2026) ditutup ke level Rp16.983 AS per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat 0,34 persen dibanding penutupan pada Selasa (31/3/2026) yang berada di level Rp17.041 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp17.002  per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,82, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,96.

Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah dikarenakan pernyataan dari Presiden Trump.

"Rupiah dan mata uang regional maupu utama dunia menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on kuat global merespon pernyataan Trump bahwa perang akan berakhir dalam beberapa minggu," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia pun mengatakan, penguatan rupiah diperkirakan terus berlanjut. Apalagi, investor mulai yakin dengan pidato Trump tentang aksi perdamaian yang bakal hadir.

"Sentimen ini dapat  bertahan dan rupiah bisa kembali menguat apabila tidak ada perubahan pada pidato Trump yang dijadwalkan hari ini," jelasnya.

Load More