- Nilai tukar rupiah menguat ke level Rp16.983 per dolar AS pada penutupan pasar hari Rabu, 1 April 2026.
- Penguatan mata uang Indonesia sebesar 0,34 persen dipicu oleh sentimen positif atas pernyataan perdamaian dari Presiden Trump.
- Indeks dolar Amerika Serikat mengalami penurunan menjadi 99,82 di tengah optimisme investor terhadap potensi berakhirnya konflik global tersebut.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terus menguat pada penutupan hari ini. Hal ini menjadi kondisi mata uang Garuda terus konsisten bangkit dari pelemahan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (1/4/2026) ditutup ke level Rp16.983 AS per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat 0,34 persen dibanding penutupan pada Selasa (31/3/2026) yang berada di level Rp17.041 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp17.002 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,82, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,96.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah dikarenakan pernyataan dari Presiden Trump.
"Rupiah dan mata uang regional maupu utama dunia menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk on kuat global merespon pernyataan Trump bahwa perang akan berakhir dalam beberapa minggu," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia pun mengatakan, penguatan rupiah diperkirakan terus berlanjut. Apalagi, investor mulai yakin dengan pidato Trump tentang aksi perdamaian yang bakal hadir.
"Sentimen ini dapat bertahan dan rupiah bisa kembali menguat apabila tidak ada perubahan pada pidato Trump yang dijadwalkan hari ini," jelasnya.
Berita Terkait
-
Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA
-
Rupiah Berbalik Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.935
-
Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911
-
IHSG Babak Belur di Sesi I: Merosot 1,21Persen, Tertekan Pelemahan Rupiah
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh
-
Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya
-
BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia