- Nilai tukar rupiah menguat tipis ke level Rp17.083 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 10 April 2026.
- Penguatan rupiah didorong oleh kenaikan harga minyak serta melemahnya mata uang dolar AS akibat data ekonomi.
- Harapan perdamaian di Timur Tengah dan data pertumbuhan ekonomi AS yang lemah turut memengaruhi pergerakan kurs tersebut.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar menguat tipis pada pagi ini. Penguatan ini membuat rupiah mulai bangkit perlahan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Jumat (10/4/2026) dibuka ke level Rp17.083 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Indonesia pun menguat 0,04 persen dibanding penutupan pada Kamis (9/4/2026) yang berada di level Rp17.090 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp17.082 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak yang masih terjadi.
"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah oleh harapan perdamaian di Timur Tengah menyusul upaya Israel melakukan pembicaraan damai dengan Lebanon," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, dolar AS yang tertekan dikarenan data pertumbuhan ekonomi yang turun. Faktor ini membuat rupiah menguat tipis.
"Sebelumnya, dolar AS jg tertekan oleh data PCE dan revisi PDB AS yang lebih lemah dari harapan. Namun penguatan akan terbatas, secara gencatan senjata masih dipandang rapuh. Range 17000-17100," jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,35 persen.
Baca Juga: Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD
Berikutnya, ada dolar Taiwan yang terkerek 0,23 persen dan peso Filipina yang terangkat 0,14 persen. Disusul, dolar Hong Kong yang menguat tipis 0,04 persen
Sementara itu baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,42 persen.
Selanjutnya, won Korea Selatan terkoreksi 0,29 persen dan yen Jepang tergelincir 0,06 persen. Lalu ada dolar Singapura yang turun 0,03 persen.
Kemudian, yuan China terlihat melemah tipis 0,006 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Ngenes, Generasi Sandwich Diramal Tidak akan Punya Tabungan Pensiun
-
IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran
-
Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara
-
Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket
-
UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape
-
Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk
-
BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?
-
Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis
-
Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek