- Rupiah menguat tipis 0,04% pada Selasa (31/3/2026), dibuka di Rp16.995 per dolar AS setelah sebelumnya menembus Rp17.000.
- Penguatan rupiah ini dipicu sentimen global, khususnya pernyataan dovish dari kepala the Fed Powell dan pejabat the Fed William.
- Analis memprediksi penguatan rupiah akan terbatas karena sentimen negatif dari kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi di Timur Tengah.
Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah mulai menguat. Kondisi ini membuat mata uang garuda masih akhirnya bangkit setelah menembus Rp17.000.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (31/3/2026) dibuka ke level Rp16.995 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat tipis 0,04 persen dibanding penutupan pada Senin (30/3/2026) yang berada di level Rp17.002 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.993 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah didorong sentimen global.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari kepala the Fed Powell dan pejabat the Fed William," katanya saat dihubungi Suara.com, Selasa (31/3/2026).
Namun, penguatan rupiah tidak akan bertahan lama. Sebab, mata uang Garuda masih mendapatkan sentimen negatif dari harga minyak dunia.
"Namun penguatan diperkirakan akan terbatas mengingat sentimen pasar umumnya masih negatif dan harga minyak yang masih naik oleh eskalasi di Timteng. Range 16.950-17.050," jelasnya.
Saat ini, mayoritas mata uang di Asia bergerak fluktuatif. Salah satunya, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,15 persen. Selanjutnya ada yuan China yang terkerek 0,11 persen dan ringgit Malaysia terangkat 0,09 persen.
Berikutnya dolar Singapura yang menguat tipis 0,05 persen terhadap the greenback. Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,47 persen.
Kemudian dolar Taiwan terkikis 0,19 persen dan baht Thailand terkoreksi 0,07 persen. Lalu yen Jepang turun 0,03 persen. Diikuti, dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,02 persen di perdagangan pagi ini.
Baca Juga: Rupiah Sudah Sentuh Rp17.000, Sinyal Waspada Buat Indonesia
Berita Terkait
-
BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi
-
Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama
-
Rupiah Tembus Rp 17 Ribu, Purbaya Sewot: Tanya BI, Kalau Saya Ngomong Nanti Bahaya
-
Rupiah Kian Kritis, Nyaris Tembus Rp17.000 per Dolar AS
-
Belum Bangkit, Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.965/USD
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
Terkini
-
Jangan Terkecoh Bandar, Investor Ritel Diingatkan Bahaya Broker Summary
-
Harga Emas Antam Lebih Murah Hari Ini, Dibanderol Rp 2,82 Juta/Gram
-
IHSG Rebound Pagi Ini, Cek Saham yang Cuan
-
Cara Tarik Tunai GoPay di ATM BRI
-
Rupiah Sudah Sentuh Rp17.000, Sinyal Waspada Buat Indonesia
-
Menlu Iran Desak Raja Arab Saudi Usir Amerika Serikat
-
Strategi Jitu Pemerintah Jajaki Pasar China untuk Produk Unggulan Indonesia
-
Pemerintah Nilai Tuduhan Amsal Sitepu Bisa Matikan Ekosistem Ekonomi Kreatif
-
Wall Street Terkoreksi, Gejolak Timur Tengah Guncang Pasar Global
-
Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya