Bisnis / Keuangan
Selasa, 31 Maret 2026 | 09:47 WIB
Nilai tukar rupiah pada dolar AS hari ini. [Ist]
Baca 10 detik
  • Rupiah menguat tipis 0,04% pada Selasa (31/3/2026), dibuka di Rp16.995 per dolar AS setelah sebelumnya menembus Rp17.000.
  • Penguatan rupiah ini dipicu sentimen global, khususnya pernyataan dovish dari kepala the Fed Powell dan pejabat the Fed William.
  • Analis memprediksi penguatan rupiah akan terbatas karena sentimen negatif dari kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi di Timur Tengah.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah mulai menguat. Kondisi ini membuat mata uang garuda masih akhirnya bangkit setelah menembus Rp17.000.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (31/3/2026) dibuka ke level Rp16.995 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat tipis 0,04 persen dibanding penutupan pada Senin (30/3/2026) yang berada di level Rp17.002 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.993 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah didorong sentimen global.

"Rupiah menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari kepala the Fed Powell dan pejabat the Fed William," katanya saat dihubungi Suara.com, Selasa (31/3/2026).

Namun, penguatan rupiah tidak akan bertahan lama. Sebab, mata uang Garuda masih mendapatkan sentimen negatif dari harga minyak dunia.

"Namun penguatan diperkirakan akan terbatas mengingat sentimen pasar umumnya masih negatif dan harga minyak yang masih naik oleh eskalasi di Timteng. Range 16.950-17.050," jelasnya.

Saat ini, mayoritas mata uang di Asia bergerak fluktuatif. Salah satunya, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,15 persen. Selanjutnya ada yuan China yang terkerek 0,11 persen dan ringgit Malaysia terangkat 0,09 persen.

Berikutnya dolar Singapura yang menguat tipis 0,05 persen terhadap the greenback. Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,47 persen.

Kemudian dolar Taiwan terkikis 0,19 persen dan baht Thailand terkoreksi 0,07 persen. Lalu yen Jepang turun 0,03 persen. Diikuti, dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,02 persen di perdagangan pagi ini.

Baca Juga: Rupiah Sudah Sentuh Rp17.000, Sinyal Waspada Buat Indonesia

Load More