- Rupiah turun 0,46 persen akibat kenaikan harga minyak dan ketidakpastian gencatan senjata di Timur Tengah.
- Pasar masih ragu terhadap stabilitas kawasan, sehingga mendorong investor lebih berhati-hati dan menekan mata uang emerging market.
- Mayoritas mata uang Asia ikut melemah terhadap dolar AS, dengan peso Filipina mencatat penurunan terdalam, sementara baht Thailand menjadi satu-satunya yang menguat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih meloyo hingga akhir perdagangan Kamis, 9 April 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup ke level Rp 17.090 per dolar Amerika Serikat (AS).
Dengan level itu, rupiah melemah 0,46 persen dibanding penutupan pada Rabu (8/4/2026) yang berada di level Rp 17.012 per dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 17.082 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan harga minyak yang masih terjadi.
"Rupiah ditutup melemah cukup besar di tengah sentimen pasar yang berbalik memburuk dan naiknya harga minyak mentah dunia oleh ketidakpastian gencatan senjata dan pembukaaan selat Hormuz," katanya saat dihubungi Suara.com.
Lukman menjelaskan, posisi rupiah masih akan didikte oleh perkembangan di Timur Tengah. Apalagi, pasar umumnya masih meragukan bahwa gencatan senjata dapat dipertahankan mengingat Israel masih terus mengebom Lebanon.
"Sentimen diperkirakan masih akan risk off dan menekan rupiah, walau BI diperkirakan akan kembali mengintervensi, namun mungkin akan terbatas, mengingat cadangan devisa yang terus turun mencapai level terendah sejak Juli 2024," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS sore ini. Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam yakni 0,54 persen disusul rupiah yang melemah 0,46 persen.
Lalu, yen Jepang melemah 0,30 persen, rupee India melemah 0,27 persen, ringgit Malaysia melemah 0,26 persen, won Korea melemah 0,25 persen.
Baca Juga: Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini
Disusul, dolar Taiwan melemah 0,15 persen, yuan China melemah 0,13 persen.Lalu, dolar Singapura melemah 0,11 persen dan dolar Hong Kong yang melemah 0,02 persen.
Sedangkan, baht Thailand menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS sore ini dengan penguatan 0,03 persen.
Selain itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 99,03, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,13.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!
-
Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini
-
H&M Umumkan 160 Toko Bakal Gulung Tikar di 2026
-
CFX Dorong Kepercayaan Aset Digital Lewat Forum Diskusi CFX Connect Vol.2
-
Selat Malaka Milik Siapa? Bikin Singapura Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz
-
Proyeksi Ekonomi RI Turun, Purbaya Tantang Balik World Bank Suruh Minta Maaf
-
14 Hari Penentu Nasib Dunia: Perundingan AS-Iran Gagal, Ekonomi di Ambang Kehancuran
-
Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah
-
Mimpi Besar Prabowo Terancam, World Bank Beri Catatan Ini
-
Banyak Investor Ambil Untung, IHSG Merah Lagi di Sesi I