- IHSG diproyeksikan melemah pada Senin (13/4/2026) akibat tensi geopolitik Timur Tengah serta rekor terendah Rupiah sebesar Rp17.100.
- Pelemahan Rupiah memicu arus keluar modal asing sebesar Rp3,31 triliun dan kekhawatiran lonjakan inflasi harga minyak mentah dunia.
- Analis merekomendasikan strategi defensif dan akumulasi bertahap pada saham blue chip seperti BBRI yang berada di area support.
Daya Tarik BBRI di Tengah Volatilitas
Di tengah badai capital outflow, muncul pertanyaan mengapa saham perbankan besar seperti BBRI tetap menjadi rekomendasi utama dengan status Speculative Buy.
Alasan utamanya terletak pada posisi harga yang sudah mendekati area support kuat di level 3.260.
Bagi investor, penurunan harga yang terjadi belakangan ini dipandang sebagai peluang untuk melakukan akumulasi bertahap, mengingat fundamental perbankan nasional yang tetap solid meskipun Rupiah melemah.
Status Speculative Buy pada BBRI mencerminkan strategi untuk memanfaatkan potensi rebound teknikal. Secara historis, saham-saham perbankan kelas kakap sering kali menjadi motor penggerak utama saat indeks mulai berbalik arah. Dengan rentang resistance di level 3.560, terdapat potensi margin keuntungan yang cukup menarik bagi para pedagang harian maupun investor jangka pendek yang berani mengambil risiko di tengah gejolak pasar.
Selain faktor teknikal, BBRI dianggap memiliki ketahanan (resilience) yang lebih baik terhadap inflasi dibandingkan sektor manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor.
Sektor perbankan justru sering kali diuntungkan dalam jangka panjang jika ada kebijakan penyesuaian suku bunga untuk meredam inflasi, meskipun dalam jangka pendek volatilitas mata uang tetap menjadi tantangan utama.
Saham Pilihan Analis Lainnya
Selain perbankan, analis juga menyarankan beberapa sektor lain yang memiliki momentum teknikal menarik. AMMN diprediksi bergerak di rentang 5.875 hingga 6.300, sementara sektor energi dan infrastruktur seperti PTRO di rentang 5.925 – 6.200 dan OASA di area 410 – 428 tetap layak dipantau.
Baca Juga: FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
Saham grup media, EMTK, juga masuk dalam daftar Trading Buy dengan dukungan support di 830 dan target resistance di 990.
Keputusan investasi di awal pekan ini akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi terbaru dan perkembangan meja runding internasional.
Para ahli menyarankan agar investor tetap menjaga rasio tunai yang cukup dan tidak terlalu agresif dalam melakukan pembelian hingga stabilitas nilai tukar Rupiah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Desclaimer: Konten ini tidak dimaksudkan sebagai perintah jual atau beli terhadap instrumen investasi tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Setiap keputusan finansial sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional atau melakukan riset mendalam sebelum melakukan transaksi di pasar modal.
Berita Terkait
-
Meski IHSG Kinclong, Dana Asing Masih Kabur Rp 193,87 M Sepekan Ini
-
Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458
-
Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104
-
Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?
-
IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak
-
Segini Penyertaan Modal Awal BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia