- Nilai tukar rupiah ditutup stagnan pada level Rp17.105 per dolar AS di pasar spot, Senin (13/4/2026).
- Ketahanan rupiah didukung intervensi Bank Indonesia serta data ekonomi domestik yang menunjukkan daya beli masyarakat solid.
- Ketidakpastian geopolitik global memicu volatilitas tinggi, meskipun rupiah relatif lebih stabil dibanding mata uang Asia lainnya.
Kondisi serupa dialami oleh baht Thailand yang ambles 0,47 persen, diikuti oleh won Korea Selatan yang terjun 0,32 persen, serta peso Filipina yang ditutup turun 0,28 persen.
Bahkan mata uang dari negara maju seperti yen Jepang pun tidak luput dari tekanan dengan pelemahan sebesar 0,21 persen. Ringgit Malaysia terkoreksi 0,19 persen, dolar Singapura tergelincir 0,13 persen, dan yuan China melemah tipis 0,07 persen.
Di sisi lain, hanya sedikit mata uang yang berhasil melawan arus. Dolar Taiwan menjadi pemimpin penguatan setelah ditutup naik 0,02 persen, disusul oleh dolar Hong Kong yang berhasil membalikkan keadaan dengan penguatan tipis 0,004 persen terhadap the greenback.
Performa rupiah yang "flat" di tengah pelemahan masal mata uang Asia ini menegaskan bahwa intervensi Bank Indonesia di pasar domestik berjalan efektif sesuai sasarannya.
Berita Terkait
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis
-
Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104
-
Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?
-
Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM
-
Bayer Rombak Jajaran Direksi, Tunjuk Simon Rosof Sebagai Bos Baru
-
Dikritik DPR, Purbaya Klaim Utang Pemerintah Masih Aman Meski Nyaris Rp 10.000 Triliun
-
Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas
-
Purbaya Akhirnya Bongkar Masalah di Program MBG, Janji Bakal Libatkan Rakyat
-
Polemik Revisi UU Hak Cipta, Google Respon Wacana Pemerintah