Bisnis / Keuangan
Senin, 13 April 2026 | 16:15 WIB
Rupiah masih tertekan dolar AS dan betah di level Rp 17.000/USD. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
Baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup stagnan pada level Rp17.105 per dolar AS di pasar spot, Senin (13/4/2026).
  • Ketahanan rupiah didukung intervensi Bank Indonesia serta data ekonomi domestik yang menunjukkan daya beli masyarakat solid.
  • Ketidakpastian geopolitik global memicu volatilitas tinggi, meskipun rupiah relatif lebih stabil dibanding mata uang Asia lainnya.

Kondisi serupa dialami oleh baht Thailand yang ambles 0,47 persen, diikuti oleh won Korea Selatan yang terjun 0,32 persen, serta peso Filipina yang ditutup turun 0,28 persen.

Bahkan mata uang dari negara maju seperti yen Jepang pun tidak luput dari tekanan dengan pelemahan sebesar 0,21 persen. Ringgit Malaysia terkoreksi 0,19 persen, dolar Singapura tergelincir 0,13 persen, dan yuan China melemah tipis 0,07 persen.

Di sisi lain, hanya sedikit mata uang yang berhasil melawan arus. Dolar Taiwan menjadi pemimpin penguatan setelah ditutup naik 0,02 persen, disusul oleh dolar Hong Kong yang berhasil membalikkan keadaan dengan penguatan tipis 0,004 persen terhadap the greenback.

Performa rupiah yang "flat" di tengah pelemahan masal mata uang Asia ini menegaskan bahwa intervensi Bank Indonesia di pasar domestik berjalan efektif sesuai sasarannya.

Load More