- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam memotong anggaran Kementerian Perdagangan akibat lambatnya penyelesaian regulasi ekspor impor bagi pengusaha.
- Tindakan tersebut dilakukan Purbaya dalam sidang Satgas P2SP guna mengatasi birokrasi rumit yang merugikan biaya operasional para pelaku usaha.
- Upaya debottlenecking ini bertujuan memperbaiki iklim investasi nasional demi mendorong pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen ke depan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku pernah mengancam potong anggaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) akibat lambat urus regulasi ekspor impor.
Hal ini disampaikan Purbaya saat mengadakan sidang debottlenecking atau penyelesaian masalah bisnis lewat Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) beberapa waktu lalu.
"Yang terakhir kita ada yang ngadu tuh Kementerian Perdagangan. Rumit banget cara penanganannya. Karena otak birokrat kan beda-beda, Pak. Ada yang suka rumit berpikirnya," katanya dalam acara Mengurai Bottleneck Pertumbuhan Ekonomi: Sinergi Fiskal, Moneter dan Dunia Usaha Menuju Indonesia 6%, dikutip Senin (13/4/2026).
Purbaya bercerita kalau ada pengusaha yang mengaku telat melaporkan impor barang sehari. Padahal izin impor sudah dikeluarkan semua.
Walhasil pengusaha itu harus ekspor lagi ke luar negeri, di mana Purbaya menyebut kalau itu adalah barang agak beracun yang tidak bisa diekspor. Hal itu pun menyebabkan sang pengusaha harus mengeluarkan biaya tambahan.
"Jadi dia harus ekspor lagi ke luar negeri. Padahal itu barang agak beracun, jadi enggak bisa diekspor. Habis itu baru diimpor lagi ke sini. Kan cost-nya besar," lanjutnya.
Lewat sidang debottlenecking, Purbaya berkelakar kalau dirinya kemudian mengancam pihak Kemendag agar segera mengeluarkan izin. Jika tidak, anggaran mereka bakal dipotong.
"Saya panggil Sekjen saya, 'Eh elu bisikin sama dia, kalau perlama lagi, anggarannya bakal dipotong'," kelakar dia.
"Jadi Menteri Keuangan itu enak rupanya punya kekuasaan. Tapi ini kan untuk negara. Kalau sudah ganggu kita potong anggarannya atau enggak usah bilang, tahu-tahu minggu depan enggak gajian gitu, kan lebih seru," guraunya.
Baca Juga: Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
Lebih lanjut Purbaya mengaku kalau sidang debottlenecking dari Satgas P2SP ini dilakukan untuk memperbaiki iklim investasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen.
"Jadi itulah upaya-upaya yang kita jalankan supaya perbaikan iklim investasi betul-betul bisa terjadi dan pertumbuhan 8 persen betul-betul bisa berjalan," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Anggaran EO BGN Tembus Rp113 Miliar: Publik Minta Transparansi, BGN Klarifikasi
-
Purbaya Buka Opsi Tukar Guling PNM dan Geo Dipa Demi Bantu Kredit UMKM
-
Purbaya Girang Kantongi Dana Rp 11,4 Triliun dari Satgas PKH, Buat Tambal Defisit APBN
-
Purbaya Ungkap Cara Kerja Dana SAL Rp 300 T Milik Pemerintah Buat Gerakkan Ekonomi
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak