- Insiden lalin mudik 2026 turun 6,31%, bukti efektivitas pengamanan.
- Pemudik mulai beralih ke transportasi umum yang lebih aman.
- Penurunan kecelakaan menekan kerugian material dan beban sosial nasional.
Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat angka kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 mengalami penurunan. Tren ini sejalan dengan berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi oleh pemudik.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebufbangka kecelakaan turun 6,3 persen dibandingkan tahun 2025. Sementara itu, tingkat fatalitas atau kecelakaan yang menyebabkan kematian juga turun signifikan sebesar 17,19 persen.
"Berdasarkan data IRSMS Korlantas Polri, angka kecelakaan menurun 6,3 persen dibandingkan 2025. Tingkat fatalitas juga menurun sebesar 17,19 persen dibandingkan tahun 2025," kata Dudy dalam rapat Komisi V DPR RI, Senin (13/4/2026).
Ia menilai perubahan pola perjalanan masyarakat menjadi faktor penting di balik penurunan tersebut. Pemudik mulai beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum dan program mudik gratis.
Dudy menjelaskan, pihaknya mencatat sebanyak 78,5 persen peserta mudik gratis beralih dari kendaraan pribadi, terutama sepeda motor. Pergeseran ini dinilai mampu menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
"Program mudik gratis ini menunjukkan efektivitas, dengan 78,5 persen peserta mudik gratis beralih dari kendaraan pribadi khususnya sepeda motor," ujar Dudy.
Selain itu, ia juga menerapkan pembatasan angkutan barang selama periode mudik. Kebijakan ini menurunkan volume kendaraan berat di jalan hingga 74,56 persen.
Penurunan kendaraan berat tersebut membuat arus lalu lintas lebih terkendali. Kondisi ini turut mengurangi potensi kecelakaan di sejumlah titik rawan.
Dudy menegaskan pemerintah akan terus memperkuat kebijakan keselamatan transportasi.
"Seluruh kebijakan ini diarahkan untuk memastikan penyelenggaraan angkutan lebaran yang aman, selamat, tertib, dan lancar," pungkas Dudy.
Baca Juga: Realisasi Mudik Lebaran 2026 Tembus 147 Juta Orang, Lampaui Target Pemerintah
Disisi lain Ketua Komisi V DPR RI Lazarus menyoroti penggunaan rekayasa lalu lintas contra flow dalam penanganan arus mudik Lebaran 2026. Ia menilai kebijakan ini masih terlalu sering digunakan sebagai solusi utama untuk mengurai kemacetan.
Menurutnya, contra flow merupakan opsi terakhir untuk penanganan kemacetan saat musik. Pemerintah perlu mengedepankan perencanaan lalu lintas yang lebih matang sebelum menerapkan skema darurat.
"Contra flow harusnya jadi pilihan terakhir, bukan solusi utama," kata Lazarus.
Sebagai informasi, contra flow merupakan rekayasa lalu lintas dengan memanfaatkan sebagian lajur dari arah berlawanan untuk menambah kapasitas jalan di satu arah. Kebijakan ini biasanya diterapkan saat terjadi lonjakan kendaraan pada periode tertentu seperti mudik Lebaran.
Ia juga mengingatkan penerapan contra flow memiliki risiko keselamatan yang tidak kecil. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi membahayakan baik pengguna jalan maupun petugas di lapangan.
"Contra flow ini juga berbahaya bagi pengendara dan petugas di lapangan," kata Lazarus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih