- Presiden Donald Trump berencana melanjutkan negosiasi perdamaian dengan Iran di Pakistan dalam dua hari ke depan.
- AS memberlakukan blokade maritim ketat terhadap pelabuhan Iran setelah pembicaraan sebelumnya gagal mencapai kesepakatan nuklir.
- Konflik bersenjata sejak 28 Februari 2026 telah menelan 5.000 korban jiwa serta mengancam stabilitas ekonomi global.
Suara.com - Harapan untuk mengakhiri konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengemuka. Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal bahwa negosiasi perdamaian dapat dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan.
Langkah diplomasi ini diambil menyusul kolapsnya pembicaraan akhir pekan lalu yang memicu Washington untuk memberlakukan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Pejabat dari Pakistan, Iran, dan negara-negara Teluk mengonfirmasi adanya peluang kembalinya tim perunding ke meja diplomasi.
Meski sumber senior dari Teheran menyebutkan tanggal pastinya belum ditetapkan, Trump menunjukkan optimisme tinggi.
"Sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan, dan kami lebih condong untuk menuju ke sana (Pakistan)," ujar Trump sebagaimana dikutip dari New York Post.
Sementara, laporan Reuters, Wakil Presiden AS, JD Vance, dalam sebuah acara di Georgia, mengungkapkan bahwa Presiden Trump bertekad menyusun sebuah "kesepakatan besar" (grand bargain) dengan Iran.
Namun, ia mengakui bahwa tingkat ketidakpercayaan antara kedua negara masih sangat tinggi.
"Masalah ini tidak akan selesai dalam semalam," tegas Vance.
Salah satu titik buntu utama adalah ambisi nuklir Iran. Washington mengusulkan penangguhan seluruh aktivitas nuklir selama 20 tahun, sementara Teheran hanya bersedia berhenti selama tiga hingga lima tahun.
Baca Juga: China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
Selain itu, AS mendesak agar seluruh material nuklir yang telah diperkaya dipindahkan dari wilayah Iran. Meski demikian, pembicaraan jalur belakang dikabarkan mulai menunjukkan kemajuan dalam memperkecil perbedaan tersebut.
Komando Pusat AS (Centcom) melaporkan bahwa lebih dari selusin kapal perang AS telah dikerahkan untuk menjaga blokade maritim.
Dalam 24 jam pertama, dilaporkan tidak ada kapal yang berhasil menembus blokade menuju pelabuhan Iran, dan enam kapal dagang memilih putar balik.
Meskipun blokade ini memicu retorika keras dari Teheran, tanda-tanda berlanjutnya keterlibatan diplomatik memberikan sentimen positif bagi pasar energi.
Harga minyak dunia terpantau mereda hingga di bawah level US$ 100 per barel. Sejak perang pecah pada 28 Februari 2026, Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz, jalur krusial yang menyumbang porsi besar bagi pasokan minyak dan gas global. Hingga saat ini, konflik tersebut diperkirakan telah merenggut sekitar 5.000 jiwa.
Krisis ini memaksa Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas prospek pertumbuhan ekonomi global. IMF memperingatkan bahwa dunia berada di ambang resesi jika konflik terus memburuk dan harga minyak tetap bertahan di atas US$ 100 hingga tahun 2027.
Tag
Berita Terkait
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru