- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana IMF guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini.
- Pemerintah Indonesia dinilai mampu bertahan karena memiliki cadangan Saldo Anggaran Lebih sebesar Rp420 triliun untuk menghadapi krisis.
- Kebijakan fiskal yang diubah sejak akhir 2025 berhasil mempercepat pertumbuhan ekonomi serta memperkuat ketahanan nasional terhadap guncangan global.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim Indonesia tidak membutuhkan dana bantuan dari International Monetary Fund (IMF) untuk menghadapi ketidakpastian global buntut perang Amerika Serikat vs Iran.
Tawaran utang ini disampaikan Menkeu Purbaya usai melakukan kunjungan kerja dengan IMF, Bank Dunia (World Bank), lembaga pemeringkat, hingga 18 investor global seperti HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Blackrock, Lord Abbett, TD Asset Management, Goldman Sachs Asset Management (GSAM), hingga Fidelity di Amerika Serikat.
Dalam pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva, Purbaya menjelaskan kalau pembahasan itu menyangkut ketidakpastian global masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
"Karena perang juga tidak jelas hasilnya akan seperti apa. Jadi kita akan menghadapi ketidakpastian," katanya dalam keterangan video, dikutip Kamis (16/4/2026).
Bendahara Negara lalu menanyakan Kristalina apakah IMF memiliki kebijakan khusus untuk menghadapi ketidakpastian global. Bos IMF menjawab kalau mereka tidak memiliki otoritas untuk melakukan hal tersebut.
Hanya saja IMF bisa menyediakan dana bantuan untuk negara-negara terdampak krisis global. Tapi Purbaya menilai kalau Indonesia tidak membutuhkan bantuan IMF karena memiliki dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik Pemerintah sebesar Rp 420 triliun.
"Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bandaran yang cukup besar, yaitu Rp 420 triliun yang saya bilang sebelumnya," lanjutnya.
Purbaya juga menjelaskan kalau IMF bingung dengan kondisi ekonomi Indonesia yang bisa bertahan di tengah krisis global. Ia mengungkapkan kalau strategi kebijakan fiskal RI sudah diubah sejak akhir 2025.
"Ya mereka agak bingung sebetulnya tadinya, kenapa kita bisa bertahan di tengah keadaan global yang seperti ini. Tapi saya jelaskan bahwa memang kita sudah mengubah kebijakan sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah jelas," paparnya.
Baca Juga: China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk
Lebih lanjut Purbaya meyakinkan IMF kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami percepatan di tengah kenaikan harga minyak dunia. Ia juga memastikan IMF senang dengan kondisi ekonomi RI.
"Jadi ekonomi kita sudah mengalami percepatan ketika ada tambahan shock dari ketidakpastian global dari harga minyak yang tinggi. Sehingga kita bisa menyerap shock yang terjadi. Dan dia kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu," beber dia.
"Tapi mereka tidak akan melakukan kebijakan khusus untuk membantu negara-negara lain. Tapi yang jelas mereka akan memberitahukan ke seluruh dunia negara-negara mana saja yang performanya bagus," pungkasnya.
Berita Terkait
-
China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk
-
Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia
-
Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat
-
IMF Puji RI Jadi Titik Terang' Ekonomi Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Rahasianya
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Rayakan Anniversary 10 Tahun, Proyek Spesial Stranger Things Bakal Hadir
-
Kontribusi Nyata BRI, Setorkan Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026
-
Kisahkan Dunia Bedah Kosmetik, Serial Plastic Beauty Tayang September 2026
-
Denny Sumargo Cerita Perjuangan Bangun Burger Bangor, Kini Rayakan 7 Tahun dengan Bangor Fest Vol. 4
-
KDKMP Didesak Evaluasi, YLBHI Soroti Peran Agrinas Pangan Nusantara
-
Dituding Jadi Ani-Ani Eks Jampidsus Febrie, Yuenchi Arwindi Buka Suara
-
Sunscreen dengan Kandungan Alami Apa yang Direkomendasikan untuk Pemilik Kulit Berminyak?
-
Jaksa Tegaskan Dokter Tifa Tetap Bisa Didakwa Meski Laporan Sudah Dicabut
-
Persija Resmi Perpanjang Kontrak Fabio Calonego, Tetap Jadi Andalan Shin Tae-yong
-
Sekolah Rakyat di Sulsel Buka Akses Pendidikan Berkualitas bagi Anak Kurang Mampu