- Harga emas Antam per gram pada Senin, 20 April 2026 turun menjadi Rp 2.840.000 akibat penurunan harga global.
- Harga beli kembali emas Antam ikut merosot sebesar Rp 41.000 menjadi Rp 2.640.000 per gram pada hari tersebut.
- Pelemahan emas dunia terjadi akibat ekspektasi suku bunga tinggi Amerika Serikat serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 20 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.840.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu terjungkal Rp 44.000 dibandingkan Sabtu, 18 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.640.000 per gram.
Harga buyback itu ikut meluncur ke bawah Rp 41.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram : Rp 1.473.675
- 1 gram : Rp 2.847.100
- 2 gram : Rp 5.634.050
- 3 gram : Rp 8.426.013
- 5 gram : Rp 14.009.938
- 10 gram : Rp 27.964.738
- 25 gram : Rp 69.786.030
- 50 gram : Rp 139.492.863
- 100 gram : Rp 278.907.530
- 250 gram : Rp 697.003.163
- 500 gram : Rp 1.393.795.800
- 1000 gram : Rp 2.787.551.500
Harga Emas Dunia Anjlok
Harga emas dunia terpantau melemah pada awal perdagangan pekan ini di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta perubahan ekspektasi suku bunga Amerika Serikat (AS).
Mengutip FXStreet, harga emas (XAU/USD) turun ke kisaran USD 4.775 pada awal sesi Asia, Senin. Pelaku pasar kini mencermati eskalasi konflik antara AS dan Iran, khususnya terkait jalur strategis Selat Hormuz.
Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24
Laporan Bloomberg menyebutkan Iran menolak untuk berpartisipasi dalam pembicaraan damai terbaru dengan AS. Penolakan ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa tim negosiator AS akan menuju Pakistan untuk melanjutkan perundingan.
Situasi semakin memanas setelah militer Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup bagi seluruh kapal komersial. Bahkan, Iran mengancam akan menargetkan kapal yang mendekati kawasan tersebut sampai AS mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Di tengah ketidakpastian geopolitik ini, emas yang dikenal sebagai aset safe haven justru mengalami tekanan. Hal ini dipicu oleh perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga AS.
Pelaku pasar kini melihat kemungkinan suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, seiring inflasi yang masih persisten dan meningkatnya risiko geopolitik. Kondisi tersebut membuat emas menjadi kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Selain itu, investor juga menantikan rilis data ekonomi AS, khususnya laporan Penjualan Ritel yang dijadwalkan rilis Selasa waktu setempat. Data tersebut diproyeksikan tumbuh 1,3 persen secara bulanan (month-to-month/MoM) pada Maret, lebih tinggi dibandingkan 0,6 persen pada Februari.
Jika data menunjukkan inflasi yang lebih rendah dari perkiraan, hal itu berpotensi menekan dolar AS dan memberikan dorongan bagi harga komoditas berbasis dolar, termasuk emas. Namun untuk saat ini, kombinasi suku bunga tinggi dan ketegangan geopolitik masih menjadi faktor dominan yang membayangi pergerakan logam mulia tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
Terkini
-
AS Luncurkan Robot Bawah Laut di Selat Hormuz, Sita Kapal Kapal Iran
-
IHSG Masih Perkasa Senin Pagi ke Level 7.600, Tapi Rawan Terkoreksi
-
Bank Jago Perkuat Aplikasi, Fitur Kantong dan Investasi Terintegrasi Makin Lengkap
-
Wall Street Mulai Anjlok Lagi Setelan Tensi Peran Memanas Lagi
-
IHSG Melesat, Gairah Pasar Modal di Tengah Ancaman Krisis Timur Tengah
-
Di Tengah Rupiah Melemah, Prodia Justru Gas Bisnis Stem Cell
-
Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24
-
Lulusan SMK Paling Banyak Nganggur, Pelatihan Vokasi Menjadi Penting
-
PANI Bidik Penjualan Rp4,3 Triliun di PIK 2, Ini Kata Aguan
-
OJK Desak BNI Kembalikan Dana Umat Gereja Rp28 Miliar yang Hilang