Bisnis / Energi
Senin, 20 April 2026 | 18:10 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan cadangan gas baru sebesar 5 Tcf oleh perusahaan Eni di lepas pantai Kalimantan Timur.
  • Penemuan di sumur Geliga-1 ini memperkuat potensi cadangan migas nasional untuk mendukung target swasembada energi dalam jangka panjang.
  • Produksi gas diproyeksikan meningkat hingga 3.000 MMSCFD pada tahun 2030 melalui pengembangan fasilitas terintegrasi di wilayah kerja Eni tersebut.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menemukan sumber gas baru dengan potensi cadangan mencapai 5 triliun kaki kubik (Trillion Cubic Feet/Tcf) .

Sumber gas potensial itu ditemukan  oleh perusahaan migas asal Italia, Eni (Ente Nazionale Idrocarburi) dari hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur.

"Saya mau mengumumkan, teman-teman, bahwa Eni baru mendapatkan satu wilayah kerja baru, giant dari blok Geliga yang menghasilkan 5 triliun Tcf untuk gas dan kita mendapat kondensat kurang lebih sekitar 300 juta barel minyak equivalent," ujar Bahlil saat menggelar konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (20/4/2026). 

Ilustrasi Blok Migas. (Foto Ist).

Bahlil menyebut temuan itu sebagai bukti bahwa cadangan migas nasional sangat potensial guna mendukung swasembada energi. 

"Ini adalah hasil eksplorasi dan setelah ini mereka juga akan melakukan penyembangan untuk melakukan eksplorasi dari beberapa wilayah lain selain daripada wilayah Kalimantan Timur," kata Bahlil. 

Bahlil memproyeksikan produksi puncak Eni akan mencapai 2.000 MMSCFD pada 2028, meningkat signifikan dari level saat ini di kisaran 600 hingga 700 MMSCFD. Target produksi tersebut akan terus dikembangkan hingga mencapai 3.000 MMSCFD pada 2030.

"Ini (penemuan) giant. Selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028, kita produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90 ribu barel. Dan di 2029-2030 itu bisa tambah lagi menjadi 150 ribu barel hari (dari Wilayah Kerja yang dikelola ENI),” ujarnya. 

Adapun, Sumur Geliga dibor pada kedalaman air 2.000 meter hingga mencapai kedalaman total 5.100 meter. Penemuan ini menambah daftar keberhasilan eksplorasi Eni di Cekungan Kutai, menyusul temuan cadangan besar di Geng North (2023) dan sumur Konta-1 (2025). 

Temuan Geliga menyusul penetapan keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) untuk proyek gas South Hub yakni Gendalo dan Gandang, serta North Hub, Geng North dan Gehem. 

Baca Juga: Harga BBM Naik! Bahlil Sentil Orang Kaya: Jangan Pakai Pertalite, Apa Enggak Malu?

Pengembangan North Hub akan menggunakan fasilitas FPSO baru berkapasitas 1 miliar kaki kubik gas per hari (Bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd). Proyek ini juga akan mengintegrasikan fasilitas eksisting, termasuk Kilang LNG Bontang.

Di samping itu, Bahlil menyebutkan bahwa sebelum Sumur Geliga, telah ditemukan Sumur Gula dengan cadangan sekitar 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat. Gabungan dari kedua sumur tersebut diperkirakan mampu memberikan tambahan produksi hingga 1.000 MMSCFD gas dan 90.000 BPD kondensat.

Load More