Bisnis / Makro
Senin, 20 April 2026 | 19:23 WIB
Data Composite Leading Indicator OECD per Maret 2026 menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga pada angka 100,52. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Bank Dunia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 4,7 persen akibat ketegangan geopolitik global yang meningkat.
  • Data Composite Leading Indicator OECD per Maret 2026 menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga pada angka 100,52.
  • NEXT Indonesia Center mendesak pemerintah memperkuat investasi dan ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada konsumsi rumah tangga yang mulai melambat.

Analisis historis selama 32 tahun terakhir membuktikan bahwa CLI memiliki akurasi yang tinggi dalam membaca titik balik siklus ekonomi Indonesia, termasuk saat krisis 1998 dan 2008. Oleh karena itu, NEXT Indonesia Center mendesak pemerintah untuk segera memperkuat porsi investasi dan ekspor yang saat ini masih berada di level 28,8% dan 22,8% dari PDB.

"Sinyal CLI adalah kompas arah ekonomi. Saat ini kompas kita masih menunjuk ke arah pertumbuhan positif, namun pemerintah harus segera memperkuat kontribusi investasi dan ekspor agar daya tahan ekonomi tidak hanya bertumpu sendirian pada pundak konsumsi masyarakat," ungkap Herry Gunawan.

Melalui hasil analisis ini, NEXT Indonesia Center berharap para pemangku kebijakan dapat lebih waspada terhadap sinyal penurunan momentum ini. Kebijakan fiskal yang adaptif serta perlindungan terhadap daya beli masyarakat bawah menjadi krusial agar fase moderasi ini tidak berlanjut menjadi perlambatan yang lebih dalam.

Load More