Bisnis / Energi
Senin, 20 April 2026 | 19:32 WIB
Hingga 20 April 2026, PT Pertamina International Shipping mencatat 94 persen awak kapalnya merupakan pelaut berkebangsaan Indonesia demi mengutamakan tenaga nasional. [Dok Pertamina]
Baca 10 detik
  • PT Pertamina International Shipping mengklarifikasi bahwa awak kapal Gamsunoro yang viral bekerja di bawah kendali penuh pihak penyewa internasional.
  • Kapal Gamsunoro beroperasi melayani pasar global di berbagai benua untuk meningkatkan pendapatan perusahaan serta memperkuat daya saing maritim Indonesia.
  • Hingga 20 April 2026, PT Pertamina International Shipping mencatat 94 persen awak kapalnya merupakan pelaut berkebangsaan Indonesia demi mengutamakan tenaga nasional.

Suara.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) memberikan penjelasan soal status Kapal Gamsunoro, usai kapal tersebut viral di media sosial dan dinarasikan mempekerjakan warga negara asing atau WNA.

Dijelaskan dalam melayani pasar internasional, kapal-kapal milik PIS bekerja sama dengan pihak penyewa dan manajemen kapal. Kerja sama itu merupakan praktik lazim di dunia pelayaran internasional guna mendorong kapabilitas dan kapasitas perusahaan.

Adapun, Kapal Gamsunoro yang saat ini terjebak di Selat Hormuz, merupakan salah satu kapal yang melayani pasar internasional. Kapal Gamsunoro umumnya melayani pasar Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika.

Kapal tersebut saat ini disewa oleh pihak ketiga yang bertanggung jawab mempekerjakan awak kapal sesuai regulasi internasional dan standar operasional yang ketat. Skema ini serupa dengan penyewaan kendaraan, di mana pihak penyewa memiliki kewenangan penuh untuk menentukan pengemudinya.

Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita mengatakan, PIS berfokus pada layanan angkutan maritim pasar internasional untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dan devisa negara. Strategi ekspansi global ini bertujuan memperkuat daya saing sekaligus posisi Indonesia di industri maritim dunia.

Meski demikian ditegaskannya, 94 persen kru kapal Pertamina merupakan pelaut asal Indonesia.

"Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan peran Indonesia dalam industri maritim dunia. Dalam operasionalnya, kapal Pertamina faktanya masih didominasi oleh pelaut Indonesia hingga 94%,” kata Vega lewat keterangannya pada Senin (20/4/2026).

Dia menambahkan, PIS berkomitmen mengembangkan kompetensi pelaut nasional di pasar global. Tercatat, PIS mempekerjakan 4.090 kru warga negara Indonesia (WNI) untuk operasional domestik dan internasional. Sementara itu, kru warga negara asing (WNA) hanya berjumlah 278 orang atau sekitar 6% dari total seluruh awak kapal.

Baca Juga: 24 Jam Penuh Gejolak di Selat Hormuz, Apa Saja yang Terjadi?

Load More