- PT Dharma Inti Bersama memberdayakan perempuan di Desa Pelapis melalui program pengolahan produk perikanan sejak akhir tahun 2025.
- Program ini menyediakan pelatihan budidaya lele, pembuatan bakso, serta nugget ikan bagi para istri nelayan lokal setempat.
- Perusahaan menjamin penyerapan seluruh hasil produksi UMKM sehingga memberikan penghasilan tambahan stabil saat musim paceklik ikan berlangsung.
Suara.com - PT Dharma Inti Bersama (DIB) sebagai pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) naungan Harita Group melakukam program dengan menggandeng perempuan untuk bisa mandiri meraih pendapatan
PT DIB Harita Group ini menghadirkan program pemberdayaan perempuan berbasis potensi pesisir dengan melibatkan para ibu di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.
Lewat pemberdayaan tersebut, para ibu bisa memperoleh penghasilan tambahan di tengah aktivitas sebagai keluarga nelayan, terutama saat musim paceklik ikan.
Terdapat dua program utama yang dijalankan PT DIB Harita Group, yakni pengolahan lele marinasi dan pembuatan bakso serta nugget ikan di Desa Pelapis.
Program budidaya lele menjadi salah satu sumber penghasilan baru. Pada panen perdana awal Januari, sebanyak 700 kilogram lele berhasil dipanen.
Ikan tersebut kemudian diolah menjadi produk lele marinasi yang dikemas secara vakum agar lebih tahan lama.
Hasilnya, lebih dari seribu kemasan lele marinasi berhasil terjual ke kawasan industri Pulau Penebang.
Government Relation Manager PT DIB Harita Group, Seno Ario Wibowo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar.
"Untuk budidaya lele, masyarakat tidak perlu khawatir soal pemasaran. Perusahaan menjamin hasil panen akan diserap," ujar Seno.
Baca Juga: Wajah Muram Wawonii dan Kawasi! Perbankan Diminta Hentikan Pendanaan ke Harita Group
Sementara itu, pelatihan pembuatan bakso dan nugget ikan melibatkan 64 istri nelayan dari tiga dusun. Dalam satu kali produksi, mereka mampu menghasilkan sekitar 86 kilogram bakso ikan dan 45 kilogram nugget ikan.
Seluruh produk tersebut juga langsung diserap oleh perusahaan sejak Desember 2025. Artinya, para pelaku UMKM tidak perlu lagi khawatir soal pemasaran.
Seno menegaskan, PT DIB menempatkan perempuan sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi keluarga nelayan.
"Sebagai perusahaan yang beroperasi dekat dengan komunitas nelayan, kami memahami bahwa keberlanjutan ekonomi keluarga sangat bergantung pada kondisi alam yang dinamis. Karena itu, kami ingin memastikan para istri nelayan tetap memiliki sumber pendapatan, bahkan di luar musim tangkap," jelasnya.
"Melalui pengolahan ikan air tawar, pembuatan bakso dan nugget ikan, serta pengolahan lele, perempuan bisa menjadi pelaku utama dalam menambah penghasilan keluarga. Ini bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dan prinsip keberlanjutan," imbuhnya.
Program pemberdayaan ini menjadi berkah tersendiri bagi para ibu. Sebab, saat musim paceklik ikan datang, aktivitas ekonomi biasanya nyaris terhenti. Para istri nelayan sebelumnya hanya bisa menunggu tanpa kepastian penghasilan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga
-
BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah
-
Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?
-
Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM
-
Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham
-
Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI
-
Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita
-
India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!
-
Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru
-
Apa-apa Serba Naik, Kini Pemerintah Kerek Harga Sapi Hidup Jadi Rp59 Ribu/Kg