- Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memastikan nilai tukar Rupiah tetap stabil di bawah pengawasan ketat meskipun menghadapi tekanan global.
- Bank Indonesia mengoptimalkan cadangan devisa sebesar 148,2 miliar dolar AS untuk melakukan intervensi serta menjaga stabilitas kurs nasional.
- Strategi penguatan kebijakan moneter melalui instrumen SRBI diterapkan untuk menarik modal asing dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik tetap positif.
Suara.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar Rupiah saat ini masih berada dalam pantauan ketat meskipun tengah mengalami tekanan global.
Bank Indonesia terus berkomitmen melakukan berbagai langkah intervensi dan stabilisasi agar kurs Rupiah hari ini tetap terjaga serta mencerminkan fundamental ekonomi nasional di tengah
ketidakpastian pasar keuangan internasional.
Perry menjelaskan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia yang mencapai 148,2 miliar dolar AS menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar.
Menurutnya, jumlah cadangan devisa tersebut jauh lebih dari cukup untuk melakukan intervensi pasar dan memastikan ketahanan eksternal Indonesia terhadap dampak geopolitik yang sedang bergejolak.
"Kami terus melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Cadangan devisa kami sebesar 148,2 miliar dolar AS masih lebih dari cukup untuk memastikan stabilisasi ini," ujar Perry Warjiyo dalam paparan RDG secara virtual, Rabu (22/4/2026).
Selain mengandalkan cadangan devisa, BI juga memperkuat kebijakan moneter melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Dalam sebulan terakhir, BI telah meningkatkan struktur imbal hasil instrumen tersebut guna menarik aliran modal asing (portfolio inflow) kembali masuk ke pasar domestik, baik melalui SRBI maupun Surat Berharga Negara (SBN).
Perry menekankan bahwa secara teknis, posisi Rupiah saat ini sudah berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued.
Ia meyakini bahwa ke depannya, nilai tukar akan cenderung bergerak stabil dan menguat didukung oleh kondisi
fundamental ekonomi yang sangat solid.
Baca Juga: Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.527 Triliun, BI Ungkap Penyebab dan Strateginya
"Secara fundamental, nilai tukar Rupiah kita akan stabil dan cenderung menguat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi yang tetap rendah, daya tarik investasi yang terjaga, serta komitmen penuh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas," tambahnya.
Lebih lanjut, Perry meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk tetap optimis. Pasalnya, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia, khususnya dalam koordinasi kebijakan moneter dan fiskal, terjalin sangat erat untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional dari guncangan eksternal.
Dengan penguatan sinergi tersebut, proyeksi ekonomi Indonesia tetap positif meskipun dihadapkan pada tantangan berat akibat kondisi geopolitik dunia.
Langkah strategis Bank Indonesia dalam mengoptimalkan instrumen moneter diharapkan mampu terus menarik minat investor asing dan memperkokoh posisi Rupiah sebagai mata uang yang resilien di masa depan.
Berita Terkait
-
BI Intervensi di Pasar Valas, Rupiah Berdarah-darah ke Level Rp17.124
-
Mata Uang Negara Lain Menguat, Rupiah Amblas ke Rp17.124 per Dolar AS
-
Kurs Rupiah Bertahan di Level Rp17.105 per Dolar, Ini Faktor Utama Penyokongnya
-
Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Waspada Vape Bodong! Konsumen Diimbau Pilih Produk Berpita Cukai demi Keamanan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Kabar Perundingan AS-Iran, Ini Saham Rekomendasinya
-
Terancam Downgrade MSCI, BEI Optimistis IHSG Tetap Kuat dan Naik 8%
-
Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit
-
Wall Street Pecahkan Rekor Baru Setelah Trump Perpanjang Gencatan Senjata
-
Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.527 Triliun, BI Ungkap Penyebab dan Strateginya
-
Butuh Rp1.200 Triliun, Pemerintah Berencana Garap 14.000 Km Jalur Kereta Api
-
Kawasan Industri Anak Usaha Harita Group Bantu Kayong Utara Cetak Rekor Pertumbuhan Ekonomi
-
Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri
-
Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga