- 60% investasi di RI sudah laba, sisanya 40% masih tahap pengembangan atau belum BEP.
- Realisasi investasi Q1-2026 capai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2% secara tahunan.
- PMA mendominasi investasi dengan nilai Rp250 triliun, unggul tipis dari modal domestik.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara blak-blakan bilang bahwa investasi di Indonesia belum begitu menguntungkan bagi para investor.
Menurutnya tidak semua modal yang masuk ke Indonesia langsung membuahkan hasil manis. Faktanya, sekitar 40 persen investasi di Indonesia saat ini tercatat belum menghasilkan keuntungan.
Meski angka tersebut terlihat besar, Airlangga menegaskan bahwa hal ini adalah bagian dari dinamika bisnis yang wajar, terutama bagi proyek-proyek yang masih berada pada fase awal pengembangan.
"Ada studi dari JETRO itu mengatakan dibandingkan dengan seluruh negara ASEAN, apa yang membedakan Indonesia dengan negara ASEAN yang lain? Adalah kontribusi terhadap keuntungan. 60% investasi di Indonesia itu adalah menghasilkan laba," ujar Airlangga di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Menurut Airlangga, status "belum menguntungkan" bagi 40 persen investasi tersebut bukan berarti perusahaan mengalami kerugian total. Sebagian besar proyek tersebut masih dalam tahap konstruksi, pengembangan pasar, atau baru sekadar menuju titik impas (break even point).
Justru, angka 60 persen perusahaan yang sudah mencetak laba menjadi daya tarik kuat di mata global. Indonesia dinilai memiliki daya tahan (resilience) yang mumpuni dalam menghadapi gejolak ekonomi dunia.
"Indonesia juga punya domestic market yang kuat. Sehingga dengan demikian ini menjadi buffer terhadap berbagai gejolak ataupun krisis," tambahnya.
Senada dengan Airlangga, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, memaparkan data realisasi investasi triwulan I-2026 yang cukup impresif. Total investasi menyentuh angka Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan (year-on-year).
Dilihat dari komposisinya, Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi tipis di atas modal domestik dengan rincian Penyertaan Modal Asing (PMA) Rp250 triliun dan Penyertaan Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp248,8 triliun.
Baca Juga: Pemerintah Mau Kasih Insentif Kendaraan Listrik, Tapi Ada Syaratnya
"Kalau kita lihat lebih dalam lagi, kontribusi dari penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri soalnya hampir sama, walaupun asing sedikit di atas," jelas Rosan.
Pemerintah optimistis, dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kawasan industri yang masif, iklim investasi Indonesia akan semakin kompetitif dan membawa lebih banyak proyek masuk ke fase profitabilitas dalam waktu dekat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
Terkini
-
Gegara Rupiah IHSG Kebakaran Hingga 2%, 531 Saham Merah
-
Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?
-
Terburuk di Asia, Rupiah Ditutup Anjlok di Kamis Sore
-
PT SMI Salurkan Pembiayaan Rp 275 T ke Proyek Infrastruktur, Serap 10,9 Juta Tenaga Kerja
-
Evaluasi Program Magang Nasional, Menaker Blacklist Perusahaan Langgar Jam Kerja
-
Menaker Siapkan Program Pelatihan Vokasi-Magang, Diserap ke PSN hingga Kawasan Ekonomi Khusus
-
Kondisi Rupiah Kian Memburuk, Keponakan Prabowo Bisa Apa?
-
Komentar Purbaya soal Tarif Selat Malaka Bikin Malaysia dan Singapura Kalang Kabut
-
Pemerintah Mau Kasih Insentif Kendaraan Listrik, Tapi Ada Syaratnya
-
Rupiah Keok Tembus Rp17.301, Airlangga: Ini Gejolak Global!