- Investasi digital melonjak, pasar diproyeksi tumbuh pesat.
- Pasokan daya andal jadi kunci operasional data center & rumah sakit.
- Legrand rilis seri UPS terbaru dukung efisiensi energi nasional.
Suara.com - Ekonomi digital Indonesia diramal bakal cerah, hal itu terlihat dari pertumbuhan investasi di sektor pusat data (data center) yang melonjak drastis seiring dengan meningkatnya adopsi layanan digital dan kebutuhan operasional bisnis yang wajib berjalan 24 jam nonstop tanpa henti.
Tak main-main, pasar data center di Tanah Air diperkirakan menyentuh angka US$3,1 miliar. Proyeksi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain kunci di kawasan Asia Tenggara.
Namun, di balik pertumbuhan raksasa tersebut, muncul tantangan besar: kebutuhan pasokan listrik yang stabil. Gangguan listrik sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi fasilitas mission-critical seperti rumah sakit, industri, hingga pusat data itu sendiri.
Menjawab tantangan ini, Legrand menggelar 'Legrand Technology Summit 2026' di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Dalam ajang ini, Legrand memperkenalkan rangkaian solusi uninterruptible power supply (UPS) dan distribusi daya terbaru, mulai dari UPS HPi33 hingga LINKK Busduct yang dirancang untuk menjaga kelangsungan operasional infrastruktur modern.
"Di banyak industri saat ini, keandalan sistem daya (power reliability) dan transisi energi sudah menjadi kebutuhan utama untuk menjaga operasional tetap berjalan lancar dan efisien," ujar President Director Legrand Indonesia, Kovi Valoo.
Senada dengan itu, CEO BDX Indonesia, Agus Hartono Wijaya menekankan bahwa kecepatan pertumbuhan data center di Indonesia harus dibarengi dengan rancangan infrastruktur yang fleksibel.
"Tantangan utamanya adalah merancang infrastruktur yang fleksibel tanpa mengorbankan keandalan operasional. Power infrastructure perlu dirancang sejak awal agar scalable," kata Agus dalam sesi diskusi panel.
Ketua Umum Himpunan Ahli Elektro Indonesia (HAEI), Ir. Achmad Sutowo Sutopo, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Menurutnya, percepatan transformasi digital harus didukung oleh sistem kelistrikan yang andal dan aman agar pembangunan infrastruktur di Indonesia bisa berjalan berkelanjutan.
Dengan percepatan ekonomi digital yang terus terjadi, investasi pada infrastruktur daya diprediksi akan menjadi fokus utama dalam peta jalan teknologi di Indonesia ke depan.
Baca Juga: Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Purbaya Tak Tahu Sumber Anggaran untuk Gaji Manajer Kopdes Merah Putih
-
Investasi Saham RI, AS, Kripto, hingga Reksa Dana Kini Bisa Diakses dari Satu Aplikasi
-
Warisan Jokowi Buat RI Kebagian Duit Rp147 Triliun Dalam 3 Bulan
-
BCA Cetak Laba Bersih Rp14,7 Triliun di Kuartal I-2026
-
Bank Jakarta Bakal Ambil Peran Orkestrator Ekonomi Ibu Kota
-
Dana Asing Rp 120 T Nyaris Kabur, Penundaan MSCI Jadi Kabar Baik Pasar Modal?
-
Blak-blakan Airlangga: 40 Persen Investasi di RI Belum Untung
-
Gegara Rupiah IHSG Kebakaran Hingga 2%, 531 Saham Merah
-
Rupiah Tembus Rp17.310, Sinyal Bahaya Ekonomi Lebih Buruk dari Krisis 1998?
-
Terburuk di Asia, Rupiah Ditutup Anjlok di Kamis Sore