- Harga emas Antam pada 24 April 2026 stagnan di angka Rp2.805.000 per gram dan harga buyback Rp2.610.000 per gram.
- Transaksi emas Antam dikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan PMK Nomor 34/OMK.19/2017 bagi setiap pemegang nomor pokok wajib pajak.
- Harga emas dunia melemah akibat penguatan dolar AS serta kenaikan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi secara global.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 24 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.805.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu masih stagnan dibandingkan Kamis 23 April 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.610.000 per gram.
Harga buyback itu juga tak bergerak dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.456.131
- 1 gram: Rp2.812.013
- 2 gram: Rp5.563.875
- 3 gram: Rp8.320.750
- 5 gram: Rp13.834.500
- 10 gram: Rp27.613.863
- 25 gram: Rp68.908.843
- 50 gram: Rp137.738.488
- 100 gram: Rp275.398.780
- 250 gram: Rp688.231.288
- 500 gram: Rp1.376.252.050
- 1000 gram: Rp2.752.464.000
Harga Emas Dunia Masih Loyo
Harga emas dunia melemah pada awal perdagangan Asia, Jumat, seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi global.
Mengutip FXStreet, harga emas spot atau Gold (XAU/USD) turun ke kisaran 4.690 dolar AS per troy ounce. Logam mulia tersebut tertekan aksi jual di tengah meningkatnya daya tarik dolar AS.
Baca Juga: Emas Antam Terpeleset Jatuh Lagi, Harganya Tembus Rp 2.805.000/Gram
Tekanan terhadap emas juga datang dari lonjakan harga minyak yang memperkuat kekhawatiran inflasi. Kondisi ini membuat peluang pemangkasan suku bunga menjadi lebih kecil, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Ketegangan geopolitik turut memperkeruh sentimen pasar. Militer AS dilaporkan mencegat dua kapal tanker minyak super Iran yang mencoba menghindari blokade. Di sisi lain, Teheran mengancam kapal-kapal di Selat Hormuz di tengah konflik yang terus memanas.
Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan bahwa jika Iran tidak memindahkan minyak tersebut, maka infrastrukturnya akan dihancurkan. Sementara itu, Iran menuduh Washington melanggar gencatan senjata dengan tetap mempertahankan blokade perdagangan melalui laut.
“Harga emas terus mengikuti pergerakan pasar minyak, dengan kenaikan biaya energi yang membuat risiko penguatan dolar dalam jangka pendek dan inflasi yang tinggi tetap menjadi fokus,” kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.
Kenaikan harga minyak sepanjang pekan ini mencerminkan kekhawatiran gangguan pasokan global. Harga energi yang tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan mempersempit ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga.
Meski demikian, permintaan emas dari bank sentral dunia masih menjadi penopang. Negara-negara berkembang seperti China, Polandia, India, dan Turki terus meningkatkan cadangan emas mereka sebagai bagian dari diversifikasi aset.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
Terkini
-
Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini
-
Kisah Inspiratif! Istri Nelayan Raup Penghasilan Berkat Program Harita Group
-
Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar
-
Perkuat Ekosistem Ekonomi Terintegrasi, Bank Jakarta Pacu Transaksi Digital
-
GrabModal Kucurkan Rp6 Triliun untuk 445 Ribu UMKM dan Driver
-
Investasi SDM, Peruri Perkuat Fasilitas Pendidikan
-
Rupiah di Level Kritis Rp17.300, Pakar Sarankan Ini Buat Pemerintahan Prabowo
-
Wall Street Ditutup Merah Setelah Harga Minyak Dunia Mendidih Lagi
-
Investasi Harita Group di KIPP Serap 1.800 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Kayong Utara
-
Tembus Rp10.355 Triliun, Likuiditas Uang Beredar Maret 2026 Tumbuh 9,7 Persen