- PT Dharma Inti Bersama memberdayakan 64 istri nelayan di Desa Pelapis melalui pelatihan pengolahan budidaya ikan dan produk makanan.
- Program ini menghasilkan 700 kilogram lele serta berbagai produk olahan ikan yang seluruhnya dibeli langsung oleh pihak perusahaan.
- Inisiatif ini berhasil menciptakan kestabilan ekonomi keluarga pesisir terutama saat musim paceklik dengan menjamin kepastian pasar bagi masyarakat.
Suara.com - Di tengah ketidakpastian hasil laut, secercah harapan muncul dari Desa Pelapis, Kabupaten Kayong Utara. Melalui program pemberdayaan yang digagas Harita Group lewat anak usahanya PT Dharma Inti Bersama, para istri nelayan kini tak lagi hanya bergantung pada hasil tangkapan suami.
Program berbasis potensi lokal ini justru mengubah peran mereka menjadi penggerak ekonomi keluarga, bahkan saat musim paceklik datang.
Beroperasi di sekitar Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), PT DIB mengembangkan dua program Utama, yakni budidaya dan olahan lele, serta produksi bakso dan nugget ikan. Hasilnya mulai terasa nyata.
Pada panen perdana awal 2026, sekitar 700 kilogram lele berhasil dipanen dan diolah menjadi produk lele marinasi. Produk tersebut dikemas modern dan langsung terserap pasar, dengan lebih dari 1.000 kemasan terjual ke kawasan industri.
Government Relation Manager PT DIB, Seno Ario Wibowo, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
“Masyarakat tidak perlu khawatir soal pemasaran. Perusahaan menjamin hasil panen dan produksi akan diserap,” ujarnya.
Tak hanya itu, sebanyak 64 istri nelayan dari tiga dusun juga dilibatkan dalam pelatihan pengolahan makanan berbasis ikan. Dalam sekali produksi, mereka mampu menghasilkan puluhan kilogram bakso dan nugget ikan, yang seluruhnya langsung dibeli oleh perusahaan.
Model ini menjadi kunci keberhasilan di mana produksi berjalan, pasar pun sudah tersedia.
Menurut Seno, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga pesisir.
Baca Juga: Investasi Harita Group di KIPP Serap 1.800 Tenaga Kerja, Dorong Ekonomi Kayong Utara
“Kami ingin memastikan para istri nelayan tetap memiliki sumber penghasilan, bahkan di luar musim tangkap. Perempuan bisa menjadi pelaku utama dalam meningkatkan ekonomi keluarga,” jelasnya.
Dampaknya terasa langsung bagi masyarakat. Jika dulu musim paceklik identik dengan berhentinya pemasukan, kini kondisi itu mulai berubah.
Suaibah, salah satu peserta program, mengaku kehidupannya kini lebih stabil.
“Dulu kalau musim paceklik ikan, kami hanya di rumah. Sekarang kami bisa tetap bekerja dan punya penghasilan,” katanya.
Hal senada diungkapkan Sundusiyah dan Misnah, yang kini aktif mengolah lele marinasi.
“Kalau ada peluang seperti ini, kami jadi lebih semangat untuk mencoba dan berkembang,” ujarnya.
Pemerintah daerah pun melihat program ini sebagai model pemberdayaan yang efektif. Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kayong Utara, Hendra Budjang, menilai kekuatan utama program ini terletak pada kepastian pasar.
“Kelebihan di Pelapis adalah ketika masyarakat produksi, pembelinya sudah ada. Ini yang jarang terjadi di banyak tempat,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar program CSR, inisiatif yang digagas Harita Group lewat anak usahanya PT Dharma Inti Bersama menjadi bukti bahwa kolaborasi antara industri dan masyarakat mampu menciptakan ekonomi inklusif.
Berita Terkait
-
Profil dan Karier Stevi Thomas, Direktur Harita Group Jadi Tersangka Korupsi
-
KPK Tetapkan Bos Harita Tersangka Gratifikasi, NCKL: Kami Prihatin
-
GMC Beri Pelatihan Budi Daya Ikan Lele di Lombok Barat
-
Tumbuhkan Ekonomi dari Sektor Ternak, Srikandi Ganjar Sumsel Berikan Materi Budi Daya Ikan Lele
-
PMN Jatim Gelar Pelatihan Budi Daya Ikan Lele dan Sosialisasi di Mojokerto
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Susul Chatib Basri dan Luhut ke Istana
Terkini
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Grup Salim (SIMP), Kejaksaan Agung Periksa Maybank
-
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
-
BBM Naik-Rupiah Jebol, Budget Hiburan Kelas Menengah Hilang
-
Luhut-Chatib Basri soal MBG: Jangan Bertengkar-Ini Masalah Kepercayaan!
-
Rhenald Khasali Duga Ada Pihak Luar Recoki Pemilihan Ketua Umum Hipmi
-
Tak Cukup Melek Digital, Gen Z Harus Kuasai AI untuk Investasi Saham
-
Siap-siap! Rokok Ilegal Bakal Merajalela Setelah Kebijakan Kemasan Polos
-
IHSG Sesi I Melonjak 2,34% ke Level 5.881, BBCA Jadi Bintang
-
Pengusaha Logistik Curhat Harga BBM Naik: Tambahan Biaya Makin Menekan
-
Harga Minyak Kembali Meroket! Serangan AS ke Iran Bikin Harga BBM Makin Mahal