- SPBU Pertamina dan swasta resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo dan Dexlite secara nasional.
- Harga BBM nonsubsidi dihitung berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 62 Tahun 2022 yang mencakup harga minyak dunia.
- Pengamat energi menyatakan kenaikan harga Pertamax berpotensi memicu migrasi konsumen kelas menengah ke BBM jenis Pertalite.
Suara.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai merangkak naik setelah sempat ditahan selama dua pekan. Baik SPBU milik Pertamina maupun swasta kompak menyesuaikan harga, meski belum berlaku untuk semua jenis BBM.
Kenaikan Harga BBM saat ini baru terjadi pada produk tertentu seperti Pertamax Turbo dan Dexlite. Harga Pertamax Turbo kini berada di level Rp19.400 per liter, sementara Dexlite mencapai Rp22.450 per liter.
Namun, harga Pertamax yang menjadi BBM favorit masyarakat kelas menengah masih belum berubah. Hal ini memunculkan pertanyaan di publik: kapan harga Pertamax naik dan berapa sebenarnya harga wajarnya?
Bagaimana Formula Harga BBM Dihitung?
Pemerintah sebenarnya telah menetapkan formula harga BBM nonsubsidi melalui regulasi resmi. Mengacu pada Kepmen ESDM Nomor 62 Tahun 2022, harga BBM ditentukan dari beberapa komponen utama.
Empat faktor utama pembentuk harga BBM meliputi:
- Harga minyak mentah (ICP)
- Margin badan usaha
- Pajak (PPN dan PBBKB)
- Biaya distribusi
- Kurs dolar AS
Karena mengikuti harga minyak dunia, harga BBM nonsubsidi sangat sensitif terhadap gejolak global. Perhitungannya pun tidak dilakukan harian, melainkan dievaluasi setiap bulan.
Simulasi Harga Pertamax
Berdasarkan data perhitungan yang sempat beredar, harga BBM nonsubsidi berpotensi mengalami lonjakan signifikan.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako
Secara gambaran saja, dalam perhitungan dari data itu, terdapat acuan yang digunakan Pertamina mulai dari 25 Februari 2025-24 Maret 2026.
Beberapa indikator yang digunakan antara lain:
- Nilai tukar rupiah melemah dari Rp16.819 menjadi Rp16.877 per dolar AS
- Harga bensin (gasoline) melonjak 62,44 persen menjadi 120,06 dolar AS per barel
- Harga solar (gasoil) naik 90,65 persen menjadi 166,31 dolar AS per barel
Dari acuan indikator tersebut, harga keekonomian Pertamax diperkirakan bisa mencapai Rp 17.850 per liter atau naik sekitar Rp 5.550 per liter dari harga saat ini.
Harga itu sudah bersih setelah ditambahkan, harga dasar + PPN 11 persen + PBBKB.
Meski begitu, pihak Pertamina telah memastikan bahwa data tersebut tidak benar alias hoaks, sehingga belum tentu mencerminkan kebijakan resmi.
Dampak Jika Harga Pertamax Naik
Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, menilai kenaikan harga Pertamax akan berdampak luas terhadap perilaku konsumen. Salah satunya, banyak orang yang tadinya memang pelanggan Pertamax akan beralih.
Menurutnya, kenaikan harga Pertamax memang lebih berbahaya dibanding kenaikan harga BBM Pertamax Turbo. Karena rata-rata konsumen harga BBM Pertamax Turbo merupakan orang-orang berduit.
"Kalau misalnya Pertamax ini dinaikkan Pertalite tetap Rp 10.000, disparitas harganya kan semakin tinggi. Nah, dengan disparitas harganya semakin tinggi, untuk konsumen pertama yang kelas menengah itu ya, atau bahkan sepeda motor itu ya, ini akan bisa pindah ke Pertalite,"katanya saat dihubungi Suara.com.
Ia juga menilai, harga keekonomian di kisaran Rp17.000 per liter masih mungkin terjadi jika harga minyak dunia tetap tinggi.
"Karena variable yang diperhitungkan itu harga minyak dunia, modal inflasi, dan kos rupiah. Nah dengan variable tadi ya mungkin saja Rp17.000 itu harga ekonominya. Kalau sekarang dijual Rp 12.300," ucapnya.
Namun demikian, Fahmy menyarankan agar harga Pertamax tidak dinaikkan demi menjaga stabilitas konsumsi masyarakat.
"Kalau menurut saya lebih baik jangan dinaikkan itu ya, karena tadi ada tujuan untuk mencegah migrasi tadi," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Apakah Smartwatch Harus Sesuai Merek HP? Ini 9 Tips Memilih Produk yang Tepat
-
Malam Ini! Garuda Pertiwi Hadapi Laos di Final AFF Women's Cup 2026
-
Mengenal Gunung Pickaxe, Lokasi Fasilitas Iran yang Akan Dibom Amerika Serikat
-
Ulasan Novel Kendat, di Balik Konspirasi Kematian Berantai di Kota P
-
Heboh Isu Babinsa Bakal Awasi Wajib Pajak, Begini Penjelasan Tegas TNI AD
-
Purbaya Klaim Hubungan Kemenkeu & BI Solid, Buktikan Lewat 'Tukar Guling' Pejabat
-
iCAR V23 Tawarkan Boxy SUV Bergaya Ikonik, Tampil Beda Tanpa Mengorbankan Efisiensi Energi
-
Aturan Dana Lingkungan Hidup Diubah, Uang Rp22 Triliun untuk Masyarakat Tak Bisa Cair
-
Fakta atau Mitos? Kupas Tuntas Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Beralih ke Kendaraan Listrik
-
Tak Hanya Pemerintah, Industri RS Butuh Pendanaan Perbankan