- IHSG diproyeksikan melemah pada Senin, 27 April 2026, akibat tekanan jual asing serta sentimen negatif Fitch Ratings.
- Sentimen global seperti ketegangan di Selat Hormuz memicu fluktuasi nilai tukar Rupiah dan kekhawatiran inflasi berkelanjutan.
- Investor memanfaatkan pembagian dividen emiten sebagai strategi lindung nilai di tengah volatilitas pasar saham domestik saat ini.
MNC Sekuritas:
BULL: Rentang 595 - 630.
DAAZ: Rentang 2.670 - 2.910.
HRTA: Rentang 3.120 - 3.280.
BNI Sekuritas: Melihat adanya potensi technical rebound sesaat ke level 7.250 sebelum melanjutkan koreksi. Fokus pada:
CUAN: Spec Buy (Area beli 1.315, Target: 1.345-1.395).
TPIA: Spec Buy (Area beli 6.000, Target: 6.150-6.300).
WIFI: Spec Buy (Area beli 2.210-2.250, Target: 2.300-2.330).
Kondisi pasar Asia sendiri bergerak variatif di awal pekan ini, mencerminkan keraguan investor terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.
Ketegangan di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz diperkirakan akan menjaga harga minyak tetap di level tinggi, yang pada gilirannya dapat memicu kekhawatiran inflasi berkelanjutan.
Disclaimer: Analisis ini bersifat informatif dan merupakan pandangan dari berbagai analis sekuritas. Keputusan investasi, termasuk potensi keuntungan dan risiko kerugian, sepenuhnya berada di tangan investor. Selalu gunakan pertimbangan mandiri atau konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum bertransaksi.
Berita Terkait
-
Wall Street Terguncang Setelah Konflik Timur Tengah Terus Memanas
-
Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI
-
IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43
-
Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta
-
Isu Uang Kas Negara 'Cuma' Sisa Rp120 T saat Beban Bunga Utang Mengancam
-
Wall Street Terguncang Setelah Konflik Timur Tengah Terus Memanas
-
Larangan Total Vape Dinilai Berisiko Ganggu Iklim Investasi
-
Target Harga Saham BCA Berubah Jadi Segini