- IHSG diproyeksikan melemah pada Senin, 27 April 2026, akibat tekanan jual asing serta sentimen negatif Fitch Ratings.
- Sentimen global seperti ketegangan di Selat Hormuz memicu fluktuasi nilai tukar Rupiah dan kekhawatiran inflasi berkelanjutan.
- Investor memanfaatkan pembagian dividen emiten sebagai strategi lindung nilai di tengah volatilitas pasar saham domestik saat ini.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih berada dalam zona merah pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026).
Kombinasi antara tekanan jual investor asing yang belum mereda serta sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional menjadi faktor utama yang memberatkan laju indeks domestik.
Sepanjang pekan lalu, IHSG telah merosot sebesar 3,38 persen dengan catatan jual bersih (net sell) asing mencapai Rp2,95 triliun hingga Rp3,02 triliun di seluruh pasar. Saham-saham blue chip perbankan dan telekomunikasi seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan TLKM menjadi incaran utama aksi jual tersebut.
Analisis Teknikal dan Sentimen Global
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai pergerakan indeks saat ini menunjukkan indikator RSI yang menurun dengan potensi deathcross pada indikator MACD. Ia memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang support 6.995 dan resistance 7.270.
"Pasar sedang merespons pembaruan indeks MSCI serta keputusan Fitch Ratings yang menurunkan prospek (outlook) peringkat Indonesia menjadi negatif. Hal ini memaksa investor global untuk melakukan penyesuaian alokasi portofolio mereka di pasar saham tanah air," jelas Audi.
Senada dengan itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperingatkan adanya potensi pelemahan lanjutan, terutama pada sektor perbankan pasca pengumuman downgrade dari Fitch.
Selain itu, fluktuasi nilai tukar Rupiah dan harga minyak mentah akibat ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz tetap menjadi variabel makro yang dipantau ketat oleh pelaku pasar.
Meski dibayangi sentimen negatif, kejatuhan indeks diperkirakan akan tertahan oleh musim pembagian dividen.
Baca Juga: 9 Daftar Saham RI yang Hanya Dikuasai Segelintir Orang, Jadi Catatan Merah MSCI
Sejumlah emiten dengan yield dividen menarik mulai dilirik investor sebagai instrumen lindung nilai di tengah volatilitas. Beberapa saham yang patut dicermati antara lain:
ULTJ (Yield 8,2%)
PRDA (Yield 6,5%)
ASII (Yield 4,6%)
DKFT (Yield 4,3%)
Ide Trading dan Rekomendasi Saham Hari Ini
Para analis memberikan beberapa pilihan saham untuk diperdagangkan secara jangka pendek dengan tetap memperhatikan batasan risiko (stop loss):
Kiwoom Sekuritas:
ADMR: Buy on break 1.900 (Target: 2.030, Support: 1.785).
ULTJ: Speculative Buy (Target: 1.700, Support: 1.535).
Berita Terkait
-
Wall Street Terguncang Setelah Konflik Timur Tengah Terus Memanas
-
Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI
-
IHSG Anjlok 6,6% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 899 Triliun
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim