Bisnis / Makro
Senin, 27 April 2026 | 08:33 WIB
IHSG. [Antara]
Baca 10 detik
  • IHSG diproyeksikan melemah pada Senin, 27 April 2026, akibat tekanan jual asing serta sentimen negatif Fitch Ratings.
  • Sentimen global seperti ketegangan di Selat Hormuz memicu fluktuasi nilai tukar Rupiah dan kekhawatiran inflasi berkelanjutan.
  • Investor memanfaatkan pembagian dividen emiten sebagai strategi lindung nilai di tengah volatilitas pasar saham domestik saat ini.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih berada dalam zona merah pada perdagangan awal pekan, Senin (27/4/2026).

Kombinasi antara tekanan jual investor asing yang belum mereda serta sentimen negatif dari lembaga pemeringkat internasional menjadi faktor utama yang memberatkan laju indeks domestik.

Sepanjang pekan lalu, IHSG telah merosot sebesar 3,38 persen dengan catatan jual bersih (net sell) asing mencapai Rp2,95 triliun hingga Rp3,02 triliun di seluruh pasar. Saham-saham blue chip perbankan dan telekomunikasi seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan TLKM menjadi incaran utama aksi jual tersebut.

Analisis Teknikal dan Sentimen Global

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai pergerakan indeks saat ini menunjukkan indikator RSI yang menurun dengan potensi deathcross pada indikator MACD. Ia memproyeksikan IHSG akan bergerak pada rentang support 6.995 dan resistance 7.270.

"Pasar sedang merespons pembaruan indeks MSCI serta keputusan Fitch Ratings yang menurunkan prospek (outlook) peringkat Indonesia menjadi negatif. Hal ini memaksa investor global untuk melakukan penyesuaian alokasi portofolio mereka di pasar saham tanah air," jelas Audi.

Senada dengan itu, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperingatkan adanya potensi pelemahan lanjutan, terutama pada sektor perbankan pasca pengumuman downgrade dari Fitch.

Selain itu, fluktuasi nilai tukar Rupiah dan harga minyak mentah akibat ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz tetap menjadi variabel makro yang dipantau ketat oleh pelaku pasar.

Meski dibayangi sentimen negatif, kejatuhan indeks diperkirakan akan tertahan oleh musim pembagian dividen.

Baca Juga: 9 Daftar Saham RI yang Hanya Dikuasai Segelintir Orang, Jadi Catatan Merah MSCI

Sejumlah emiten dengan yield dividen menarik mulai dilirik investor sebagai instrumen lindung nilai di tengah volatilitas. Beberapa saham yang patut dicermati antara lain:

ULTJ (Yield 8,2%)
PRDA (Yield 6,5%)
ASII (Yield 4,6%)
DKFT (Yield 4,3%)

Ide Trading dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Para analis memberikan beberapa pilihan saham untuk diperdagangkan secara jangka pendek dengan tetap memperhatikan batasan risiko (stop loss):

Kiwoom Sekuritas:

ADMR: Buy on break 1.900 (Target: 2.030, Support: 1.785).
ULTJ: Speculative Buy (Target: 1.700, Support: 1.535).

Load More