- Reksadana merupakan wadah investasi yang menghimpun dana masyarakat untuk dikelola Manajer Investasi ke portofolio efek.
- Investor pemula disarankan memilih yang sesuai dengan profil risiko masing-masing individu.
- Pemula perlu memeriksa rekam jejak Manajer Investasi, dana kelolaan, serta dapat memulai investasi dengan modal yang sangat kecil.
Alih-alih mencoba mengalahkan pasar, reksadana ini justru bertujuan untuk meniru kinerja indeks tertentu, seperti IHSG atau indeks LQ45.
Reksadana indeks memiliki transparansi yang tinggi karena investor tahu persis aset apa saja yang ada di dalam portofolionya.
Biaya pengelolaannya pun cenderung lebih rendah dibandingkan reksadana saham aktif karena manajer investasi hanya perlu mengikuti komposisi indeks yang sudah ada.
Tips Memilih Reksadana untuk Pemula
Setelah mengetahui jenis-jenisnya, ada tiga hal utama yang perlu Anda perhatikan sebelum menekan tombol "Beli", yaitu:
Cek Track Record Manajer Investasi: Lihat laporan bulanan (Fund Fact Sheet) untuk mengetahui kinerja mereka dalam 3-5 tahun terakhir.
Perhatikan Dana Kelolaan (AUM): Asset Under Management (AUM) yang besar biasanya menunjukkan tingkat kepercayaan investor yang tinggi terhadap produk tersebut.
Mulai dari Nominal Kecil: Saat ini, banyak platform investasi digital seperti Bibit, Bareksa, atau Ajaib yang memungkinkan Anda berinvestasi mulai dari Rp10.000.
Investasi reksadana adalah perjalanan marathon, bukan lari cepat. Untuk pemula, memulai dari Reksadana Pasar Uang atau Pendapatan Tetap adalah cara terbaik untuk membangun kepercayaan diri di pasar keuangan.
Baca Juga: Membangun Kemandirian Masyarakat Melalui Edukasi Investasi Digital
Seiring bertambahnya pengetahuan dan pengalaman, Anda bisa mulai beralih ke instrumen investasi yang lebih agresif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
Terkini
-
Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman
-
Wamenkeu: MBG Absen di Sabtu Rp1 Triliun Dihemat per Pekan
-
Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PHE Dorong KSOT Struktur dan Area Migas dengan standar HSSE Ketat
-
Krakatau Steel Bidik Laba Bersih Paling Kecil Rp 2 Triliun di 2026
-
Izin Konsesi Dicabut Prabowo, Toba Pulp PHK Hampir Semua Karyawan
-
Purbaya Pede Pertumbuhan Ekonomi 8% Tercapai 2-3 Tahun Lagi
-
Klaim Ekonomi Bagus, Purbaya: Sekarang Banyak Berita Jelek-jelekin Saya
-
Mengapa Rupiah Terus Anjlok?
-
Trump Ngambek Soal Nuklir, Buntu Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Jadi USD 107
-
OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia