Bisnis / Keuangan
Kamis, 30 April 2026 | 07:48 WIB
BKI akan melakukan sertifikasi dan inspeksi ke pembangkit listrik milik PLN IP. [ist]
Baca 10 detik
  • PT BKI memperluas jasa sertifikasi ke sektor energi melalui kolaborasi strategis dengan PT PLN Indonesia Power sejak April 2026.
  • BKI akan menyediakan layanan inspeksi, sertifikasi, serta rekayasa teknik guna memastikan standar keamanan dan kualitas fasilitas pembangkit listrik.
  • Kerja sama ini mendukung transformasi bisnis BKI dan upaya dekarbonisasi sistem pembangkitan menuju target net zero emission nasional.

Suara.com - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI mulai melakukan ekspansi dengan jasa sertifikasi ke sertor energi. Biasanya perseroan hanya melakukan sertifikasi industri perkapalan.

Hal ini setelah BKI menjajaki kolaborasi strategis dengan PT PLN Indonesia Power (PLN-IP) yang mencakup berbagai bidang seperti jasa sertifikasi, inspeksi, non-destructive test, laboratorium, dekarbonisasi, survei, hingga rekayasa teknik.

Direktur Utama BKI, R Benny Susanto menegaskan, pihaknya siap mengambil peran lebih luas sebagai mitra strategis di sektor energi.

"Kami siap mendedikasikan kapasitas kompetensi, independensi, serta keahlian teknis kami guna memastikan bahwa setiap operasional, pemeliharaan, dan fasilitas pembangkitan yang dikelola oleh PT PLN Indonesia Power memenuhi standar keamanan, kualitas, dan kepatuhan regulasi yang tertinggi,” ujar Benny di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Ilustrasi pembangkit listrik.

Ekspansi ini menjadi sinyal kuat bahwa BKI tengah bertransformasi dari perusahaan klasifikasi kapal menjadi penyedia layanan teknis lintas sektor, termasuk energi. Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi BKI untuk terlibat dalam penguatan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menilai BKI kini memiliki kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan industri pembangkitan listrik, tidak terbatas pada sektor maritim.

“BKI memiliki kapabilitas inspeksi, sertifikasi, dan layanan teknis yang relevan dalam mendukung pengelolaan aset serta pengembangan proyek perusahaan. Dengan dinamika operasional dan kebutuhan transformasi, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kinerja dan keberlanjutan bisnis ke depan," imbuhnya.

Sebagai informasi, PLN Indonesia Power mengelola lebih dari 400 unit mesin pembangkit yang menyuplai sekitar 25 persen kebutuhan listrik nasional. Dengan skala tersebut, kebutuhan akan layanan inspeksi, sertifikasi, dan rekayasa teknik menjadi semakin krusial.

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah dekarbonisasi. BKI akan memberikan dukungan melalui solusi rekayasa dan kajian kelayakan teknis guna mendorong sistem pembangkitan yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan tren global menuju target net zero emission.

Baca Juga: Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Load More