- PT BKI memperluas jasa sertifikasi ke sektor energi melalui kolaborasi strategis dengan PT PLN Indonesia Power sejak April 2026.
- BKI akan menyediakan layanan inspeksi, sertifikasi, serta rekayasa teknik guna memastikan standar keamanan dan kualitas fasilitas pembangkit listrik.
- Kerja sama ini mendukung transformasi bisnis BKI dan upaya dekarbonisasi sistem pembangkitan menuju target net zero emission nasional.
Suara.com - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI mulai melakukan ekspansi dengan jasa sertifikasi ke sertor energi. Biasanya perseroan hanya melakukan sertifikasi industri perkapalan.
Hal ini setelah BKI menjajaki kolaborasi strategis dengan PT PLN Indonesia Power (PLN-IP) yang mencakup berbagai bidang seperti jasa sertifikasi, inspeksi, non-destructive test, laboratorium, dekarbonisasi, survei, hingga rekayasa teknik.
Direktur Utama BKI, R Benny Susanto menegaskan, pihaknya siap mengambil peran lebih luas sebagai mitra strategis di sektor energi.
"Kami siap mendedikasikan kapasitas kompetensi, independensi, serta keahlian teknis kami guna memastikan bahwa setiap operasional, pemeliharaan, dan fasilitas pembangkitan yang dikelola oleh PT PLN Indonesia Power memenuhi standar keamanan, kualitas, dan kepatuhan regulasi yang tertinggi,” ujar Benny di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Ekspansi ini menjadi sinyal kuat bahwa BKI tengah bertransformasi dari perusahaan klasifikasi kapal menjadi penyedia layanan teknis lintas sektor, termasuk energi. Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi BKI untuk terlibat dalam penguatan infrastruktur ketenagalistrikan nasional.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menilai BKI kini memiliki kapabilitas yang relevan dengan kebutuhan industri pembangkitan listrik, tidak terbatas pada sektor maritim.
“BKI memiliki kapabilitas inspeksi, sertifikasi, dan layanan teknis yang relevan dalam mendukung pengelolaan aset serta pengembangan proyek perusahaan. Dengan dinamika operasional dan kebutuhan transformasi, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kinerja dan keberlanjutan bisnis ke depan," imbuhnya.
Sebagai informasi, PLN Indonesia Power mengelola lebih dari 400 unit mesin pembangkit yang menyuplai sekitar 25 persen kebutuhan listrik nasional. Dengan skala tersebut, kebutuhan akan layanan inspeksi, sertifikasi, dan rekayasa teknik menjadi semakin krusial.
Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah dekarbonisasi. BKI akan memberikan dukungan melalui solusi rekayasa dan kajian kelayakan teknis guna mendorong sistem pembangkitan yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan tren global menuju target net zero emission.
Baca Juga: Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M
-
Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair
-
Obral Pamer Danantara, Global Bond Laris Manis