- Laba Danamon Q1-2026 melonjak 35% YoY menjadi Rp 1,1 triliun berkat efisiensi operasional.
- Penyaluran kredit tembus Rp 216,2 triliun, tumbuh 9% didorong sektor korporasi dan konsumer.
- Kualitas aset membaik dengan NPL turun ke 1,6% dan pencadangan kuat di level 290,6%.
Suara.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mengawali tahun 2026 dengan catatan gemilang. Anggota grup finansial global MUFG ini sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun pada kuartal I-2026, melonjak 35% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan laba yang signifikan ini ditopang oleh pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) yang naik 12% mencapai Rp 2,6 triliun. Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, menyebut hasil ini merupakan buah dari strategi keseimbangan antara pertumbuhan kredit, penghimpunan dana, dan manajemen risiko yang ketat.
"Secara rinci, pertumbuhan kredit Danamon ditopang oleh berbagai lini bisnis," ujar Kawasaki dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Hingga 31 Maret 2026, total penyaluran kredit dan trade finance konsolidasian Danamon tumbuh 9% YoY menjadi Rp 216,2 triliun. Sektor Enterprise Banking & Financial Institution menjadi motor utama dengan kenaikan 11%, disusul SME Banking (9%), Consumer Banking (7%), dan Adira Finance (5%).
Tak hanya kredit, dari sisi pendanaan pun kinclong. Total simpanan nasabah (CASA dan Deposito) melonjak 16% YoY ke angka Rp 176,1 triliun. Bank berkode saham BDMN ini juga mencatatkan Net Interest Margin (NIM) yang kompetitif di level 7,6%.
Danamon juga berhasil memperbaiki kualitas asetnya. Rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto turun ke level 1,6%, membaik 30 basis poin dari tahun lalu. Sementara itu, rasio Loan at Risk (LAR) tercatat di level 8,2%, atau membaik 2,4 poin persentase.
Untuk membentengi diri dari risiko ketidakpastian, Danamon mempertebal NPL coverage ratio hingga ke level 290,6%.
Salah satu pendongkrak performa Danamon di awal tahun ini adalah sinergi kuat dengan Adira Finance. Pinjaman sinergi (synergy loan) tercatat meroket 36% YoY, yang didorong oleh kesuksesan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026.
Volume transaksi selama pameran otomotif tersebut naik 9% YoY dengan jangkauan lebih dari 580.000 pengunjung. Ke depan, Danamon berkomitmen mempercepat transformasi digital dan optimalisasi jaringan kantor untuk terus berkontribusi pada ekonomi nasional sepanjang 2026.
Baca Juga: Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
UMKM Jadi Bantalan Ekonomi, Tapi Kok Ekspor Masih Loyo? Ini Solusinya!
-
Dunia Lagi Nggak Menentu, Ini Resep Jaga Stabilitas Keuangan Biar Nggak Zonk
-
AS Habiskan Rp 406 Triliun di Perang Iran, Inflasi 'Paman Sam' Melonjak
-
Pasar Lagi Goyang, Awas Emosi Bikin Cuan Melayang!
-
OCBC Kantongi Laba Bersih Rp1,36 Triliun pada Kuartal I 2026
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus 119 Dolar AS
-
Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur
-
Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk
-
UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?
-
Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah