- Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melonjak 3,62 persen ke level Rp3.150 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (5/5/2026).
- Penguatan harga dipicu aksi beli masif investor dengan nilai transaksi mencapai Rp361,9 miliar dan menipisnya tekanan jual saham asing.
- Kinerja positif didukung fundamental laba bersih Rp15,5 triliun serta valuasi saham yang dianggap menarik bagi para pelaku pasar modal.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, dalam riset terbarunya menyatakan, “Perolehan itu setara 26% dari estimasi konsensus 2026, sehingga dinilai sesuai ekspektasi.”
Selain itu, efisiensi dalam manajemen risiko terlihat dari penurunan biaya pencadangan kredit bermasalah atau cost of credit (CoC). Pada kuartal pertama tahun ini, CoC BBRI turun 44 bps secara kuartalan menjadi 3,2 persen, tetap berada dalam target manajemen di kisaran 2,9-3,2 persen.
Kualitas aset juga terpantau terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang stabil serta perbaikan pada rasio kredit berisiko (loan at risk/LaR).
Valuasi "Diskon" dan Prospek Dividen Menarik
Salah satu alasan utama di balik aksi borong investor adalah valuasi saham BBRI yang saat ini dianggap sedang berada di area "diskon".
Saat ini, rasio Price to Book Value (PBV) BBRI berada di angka 1,4 kali, yang secara statistik berada di level minus dua standar deviasi (-2SD). Angka ini jauh di bawah rata-rata historis selama lima tahun terakhir.
Victor Stefano menilai bahwa rendahnya valuasi saat ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal. “Hal itu mencerminkan kondisi bisnis yang menantang, prospek makro ekonomi yang belum pasti, serta ketidakpastian terkait program pemerintah,” sebut Victor.
Merespons prospek tersebut, Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi "Beli" dengan target harga yang cukup optimistis di level Rp4.400.
Target ini setara dengan proyeksi PBV sebesar 2 kali untuk tahun 2026. Senada, Mandiri Sekuritas juga memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.100, yang didasari pada kualitas aset dan tingkat profitabilitas yang unggul.
Baca Juga: Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya
Sebagai tambahan daya tarik bagi investor pemburu imbal hasil, keputusan RUPST pada 10 April lalu telah mengonfirmasi pembagian dividen final sebesar Rp209 per saham.
Dengan harga saham saat ini, indikasi dividend yield diperkirakan mencapai 6,2 persen. Total dividen yang dibayarkan BRI untuk tahun buku 2025 mencapai Rp52,1 triliun dengan rasio pembayaran (dividend payout ratio) yang meningkat menjadi 92 persen, membuktikan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya.
Disclaimer: Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi berita dan edukasi pasar modal, bukan merupakan instruksi atau perintah jual/beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi investor dengan mempertimbangkan profil risiko dan analisis mendalam.
Berita Terkait
-
Jangkau 80 Persen Desa di Indonesia, AgenBRILink Jadi Ujung Tombak Ekonomi inklusif
-
Nasabah BRI Bisa Dapat Voucher Shopee Rp100 Ribu, Cek Syaratnya di Sini
-
BRI Catat 1,18 Juta Agen BRILink per Maret 2026, Tersebar di 66.450 Desa
-
IHSG Masih Betah di Zona Merah Selasa Pagi Ini, Kembali ke Level 6.900
-
Buka Tabungan di Inabuyer 2026, BRI Bagi-bagi Voucher MAP Gratis!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta
-
BI Perketat Syarat Beli Dolar AS, Ini Strategi Terbaru Penguatan Rupiah
-
BNI Ingatkan Nasabah Jaga Data Sensitif, Waspadai Modus Penipuan Digital
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak