Bisnis / Keuangan
Selasa, 05 Mei 2026 | 13:24 WIB
Gedung BRI. (Dok: BRI)
Baca 10 detik
  • Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melonjak 3,62 persen ke level Rp3.150 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Selasa (5/5/2026).
  • Penguatan harga dipicu aksi beli masif investor dengan nilai transaksi mencapai Rp361,9 miliar dan menipisnya tekanan jual saham asing.
  • Kinerja positif didukung fundamental laba bersih Rp15,5 triliun serta valuasi saham yang dianggap menarik bagi para pelaku pasar modal.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, dalam riset terbarunya menyatakan, “Perolehan itu setara 26% dari estimasi konsensus 2026, sehingga dinilai sesuai ekspektasi.”

Selain itu, efisiensi dalam manajemen risiko terlihat dari penurunan biaya pencadangan kredit bermasalah atau cost of credit (CoC). Pada kuartal pertama tahun ini, CoC BBRI turun 44 bps secara kuartalan menjadi 3,2 persen, tetap berada dalam target manajemen di kisaran 2,9-3,2 persen.

Kualitas aset juga terpantau terjaga dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang stabil serta perbaikan pada rasio kredit berisiko (loan at risk/LaR).

Valuasi "Diskon" dan Prospek Dividen Menarik

Salah satu alasan utama di balik aksi borong investor adalah valuasi saham BBRI yang saat ini dianggap sedang berada di area "diskon".

Saat ini, rasio Price to Book Value (PBV) BBRI berada di angka 1,4 kali, yang secara statistik berada di level minus dua standar deviasi (-2SD). Angka ini jauh di bawah rata-rata historis selama lima tahun terakhir.

Victor Stefano menilai bahwa rendahnya valuasi saat ini lebih disebabkan oleh faktor eksternal. “Hal itu mencerminkan kondisi bisnis yang menantang, prospek makro ekonomi yang belum pasti, serta ketidakpastian terkait program pemerintah,” sebut Victor. 

Merespons prospek tersebut, Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi "Beli" dengan target harga yang cukup optimistis di level Rp4.400.

Target ini setara dengan proyeksi PBV sebesar 2 kali untuk tahun 2026. Senada, Mandiri Sekuritas juga memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp4.100, yang didasari pada kualitas aset dan tingkat profitabilitas yang unggul.

Baca Juga: Alasan Target Harga BBRI Tembus Rp4.000, Ini Analisa Lengkapnya

Sebagai tambahan daya tarik bagi investor pemburu imbal hasil, keputusan RUPST pada 10 April lalu telah mengonfirmasi pembagian dividen final sebesar Rp209 per saham.

Dengan harga saham saat ini, indikasi dividend yield diperkirakan mencapai 6,2 persen. Total dividen yang dibayarkan BRI untuk tahun buku 2025 mencapai Rp52,1 triliun dengan rasio pembayaran (dividend payout ratio) yang meningkat menjadi 92 persen, membuktikan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya.

Disclaimer: Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi berita dan edukasi pasar modal, bukan merupakan instruksi atau perintah jual/beli saham tertentu. Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pribadi investor dengan mempertimbangkan profil risiko dan analisis mendalam.

Load More