- BUMDes Tamanmartani, Sleman mengelola layanan angkutan sampah bagi 1.400 pelanggan sejak tahun 2020 hingga mencakup wilayah sekitar.
- Penerapan sistem pembayaran QRIS BRI dan agen BRILink mempermudah transaksi rutin bagi seluruh pelanggan unit usaha tersebut.
- Pengelolaan sampah yang efisien berhasil menjadi penyumbang pendapatan asli desa dengan perkiraan mencapai Rp90 juta per bulan.
Jadi Salah Satu Sumber Pendapatan Desa
Unit bisnis pengelolaan sampah ini pun menjadi salah satu penyumbang terbesar PAD (Pendapatan Asli Daerah) Desa Tamanmartani.
Setelah maju sebagai Desa BRILian pada 2023, pengelolaan sampah di Desa Tamanmartani tetap konsisten sampai sekarang. Bahkan terus bertambah cakupan layanannya.
Diperkirakan pendapatan setiap bulannya unit bisnis pengolaan sampah ini adalah sekitar Rp90 juta. Tentu angka yang terbilang besar untuk membantu menopang kebutuhan desa.
"Pelanggan sampah ya sudah sekitar 1.400 pelanggan. Rata-rata yang 1.000 itu tarif 25 ribuan. Itu kebijakan Pak Lurah itu, supaya tidak terlalu membebani warga," kata Yani.
"Jadi, yang jadi pelanggan dari awal di angka Rp25 ribu. Yang baru-baru sudah disesuaikan. Kalau tidak begitu, tidak jalan. Yang baru-baru ini sudah Rp40 ribu. Ada Rp50 ribu warung, Rp100 ribu lain-lain. Itu diperbolehkan Pak Lurah kalau yang di luar Desa Tamanmartani," imbuh pria asal Sleman itu.
Pada akhirnya, pengelolaan sampah di Desa Tamanmartani bukan sekadar soal kebersihan lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana desa mampu beradaptasi dengan zaman.
Dari sampah yang sering dianggap tak bernilai, lahir sistem yang tertata, modern, dan memberi manfaat ekonomi secara nyata.
Baca Juga: Balita Dikunci di Kamar Mandi: Kisah di Balik Pintu Daycare Little Aresha Yogyakarta
Tag
Berita Terkait
-
Balita Dikunci di Kamar Mandi: Kisah di Balik Pintu Daycare Little Aresha Yogyakarta
-
Tak Cuma Ambulans, Damkar Sleman Juga Jadi Korban Order Fiktif Pinjol
-
Dijamu PSIS Semarang, Kendal Tornado FC Ingin Lanjutkan Tren Kemenangan
-
Jadi Pahlawan Saat Tahan Imbang Persija, Kiper PSIM Yogyakarta Memilih Merendah
-
Avec le Temps: Harmoni Puitis Prancis dan Arab di Jantung Yogyakarta
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi
-
Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I