- Presiden Donald Trump dan Xi Jinping bertemu di Beijing pada Mei 2026 untuk membahas hubungan bilateral kedua negara.
- Pertemuan tersebut hanya menghasilkan kesepakatan moderat dan gagal mencapai terobosan signifikan dalam isu ekonomi maupun geopolitik global.
- Gencatan senjata dagang ini memberikan stabilitas bagi China di tengah upaya Beijing memperkuat ekonomi dan teknologi domestik mereka.
Di sisi lain, China tampak puas dengan gencatan senjata yang rapuh ini seiring upaya mereka menavigasi pelemahan ekonomi domestik dan memperkuat sektor teknologi dalam negeri demi memenangkan persaingan jangka panjang dengan AS.
Berdasarkan informasi dari sumber yang dekat dengan negosiasi dagang ini, pihak China sebenarnya menginginkan perpanjangan masa gencatan senjata yang lebih lama daripada yang ditawarkan oleh pemerintahan Trump.
Beijing juga mencari kepastian hukum terkait investigasi AS yang berpotensi menghidupkan kembali tarif masuk pada beberapa komoditas, yang awal tahun ini sempat dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.
Secara keseluruhan, kedua belah pihak tidak menaruh banyak poin negosiasi di atas meja kerja KTT. Sumber tersebut menambahkan bahwa beberapa kesepakatan komersial kemungkinan besar sengaja disimpan untuk musim gugur mendatang, saat Xi Jinping dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Gedung Putih.
Minimnya hasil komersial pada kunjungan kali ini sangat kontras dengan kunjungan Trump ke China pada tahun 2017 silam, di mana perusahaan-perusahaan yang mendampinginya sukses menandatangani kesepakatan dan nota kesepahaman (MoU) dengan nilai fantastis mencapai US$ 250 miliar.
KTT pekan ini juga tidak menghasilkan terobosan terkait izin penjualan chip kecerdasan buatan (artificial intelligence) tingkat lanjut, Nvidia H200, ke pasar China.
Hal ini dipandang melegakan bagi kelompok antipati China (hawk) dari kubu Republik maupun Demokrat di Washington, yang sebelumnya telah memperingatkan pemerintah agar tidak menyokong perkembangan teknologi AI militer Beijing.
Untuk sektor penerbangan, meskipun belum dikonfirmasi sepenuhnya, Trump mengeklaim Boeing telah mengunci kesepakatan pembelian 200 jet oleh China. Angka ini berada jauh di bawah ekspektasi awal sebanyak 500 jet, dan lebih rendah dari 300 jet yang disetujui Beijing pada kunjungan tahun 2017.
Mantan Wakil Perwakilan Dagang AS, Wendy Cutler, menyebut capaian ekonomi dari KTT ini "jauh di bawah ekspektasi."
Baca Juga: Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump
Berita Terkait
-
Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China
-
Polemik Laut China Selatan Kini Jadi Perang Dingin Digital, Bagaimana Nasib Natuna?
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Cek Fakta: Donald Trump Intip Dokumen Rahasia Xi Jinping, Benarkah?
-
Jerit Pemilik Hotel Jelang Piala Dunia 2026: Sepi Pengunjung Gegara Kebijakan Trump
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS
-
IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor
-
Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna