- Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen pada 20 Mei 2026.
- Kebijakan moneter tersebut bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi akibat dampak konflik geopolitik global.
- Keputusan kenaikan suku bunga menyebabkan pasar modal merespons negatif hingga IHSG terkoreksi ke level 6.330,20 poin.
Selain itu, kenaikan imbal hasil instrumen bebas risiko juga memicu rotasi modal dari aset berisiko tinggi seperti saham menuju instrumen pendapatan tetap seperti obligasi negara.
Meski demikian,pengamat Pasar Modal Reydi Octa mengatakan apabila kurs rlupiah mulai stabil dan tekanan jual investor asing mereda pasca kenaikan BI-Rate, maka peluang technical rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap terbuka terutama pada saham-saham big caps perbankan.
Untuk jangka pendek ke depan, Ia memproyeksikan IHSG masih berpotensi akan bergerak volatil dengan kecenderungan konsolidasi.
“Jika rupiah mulai stabil dan tekanan jual asing mereda pasca kenaikan suku bunga, peluang technical rebound tetap terbuka terutama pada saham big caps perbankan,” ujar Reydi saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Rabu.
Dari sisi makro, Ia menjelaskan bahwa kenaikan BI-Rate oleh Bank Indonesia (BI) akan membantu menjaga stabilitas kurs rupiah, inflasi, serta arus modal asing.
Berita Terkait
-
Anggaran MBG Dipangkas, Rupiah Kembali Menguat
-
BI Rate Melonjak 5,25 Persen! Ekonomi RI Dipaksa Tarik Rem Darurat
-
Yakin Rupiah Menguat Usai Pidato Prabowo, Surya Paloh: Selain Optimisme Apalagi yang Kita Punya?
-
BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026
-
BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Jadi 5,25 Persen
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Apa Itu Planogram? Viral Penataan Produk Kopdes Merah Putih Dikritik Tak Menarik
-
Menkeu Purbaya Pastikan Tidak Ada Pajak Baru Tahun 2027
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 646,3 T di April 2026, Purbaya Pamer Capaian Minus Era Sri Mulyani
-
Airlangga: Pengaturan Ekspor SDA Sudah Mendesak!
-
Anggaran MBG Dipangkas, Rupiah Kembali Menguat
-
Apa Itu Danantara Sumber Daya Indonesia? 'Senjata' Baru Prabowo Sikat Mafia
-
Hitung-hitungan Kasar Skema Baru Gojek: Angin Segar Buat Uang Belanja Istri Driver Ojol di Rumah
-
BI Rate Melonjak 5,25 Persen! Ekonomi RI Dipaksa Tarik Rem Darurat
-
BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026
-
BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Jadi 5,25 Persen