- BI-Rate naik menjadi 5,25 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi.
- Pemula dapat memanfaatkan momen ini dengan menerapkan tiga strategi investasi.
- Pilihan instrumen aman meliputi deposito, SBN, dan juga emas batangan.
Carilah produk SBN seperti Savings Bond Ritel (SBR) atau Sukuk Tabungan (ST).
Jenis ini bunganya bisa naik mengikuti BI Rate, tapi punya batas minimal atau tidak bisa turun di bawah angka tertentu.
Jadi, ketika BI rate naik lagi maka keuntungan Anda akan otomatis ikut naik.
Selain itu, Anda juga bisa pilih Syariah (SR & ST), jika ingin investasi yang menenangkan hati.
Sukuk Ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST) adalah pilihannya karena sudah mengantongi sertifikat halal dari DSN-MUI.
Namun ingat, beli SBN hanya melalui aplikasi perbankan atau fintech resmi yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan.
3. Emas
Selain instrumen di atas, Anda juga bisa melirik Emas (Logam Mulia).
Emas dikenal sebagai safe haven atau aset aman saat kondisi ekonomi tidak menentu.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Foundation Murah Coverage Bagus untuk Wajah Flawless Sepanjang Hari
Meskipun harganya fluktuatif dalam jangka pendek, emas sangat ampuh melindungi nilai uang dari inflasi dalam jangka panjang.
Emas juga sangat likuid, alias gampang banget dijual kalau Anda butuh dana darurat mendadak.
Berita Terkait
-
BI Rate Naik, Ini Strategi Jitu BRI Jaga Pertumbuhan Bisnis
-
5 Jenis KPR untuk Solusi Cicilan Nasabah dan Dampaknya Jika BI Naikkan Suku Bunga
-
Suku Bunga BI Naik Jadi 5,25%, Apakah Semua Cicilan KPR Bakal Ikut Melonjak?
-
4 Shio akan Alami Perubahan Hidup Mulai Hari Ini 21 Mei 2026, Karir Sukses Hingga Ketenangan Emosi
-
Daftar Pasangan Shio yang Tidak Cocok di Tahun Kuda Api, Bisa Picu Konflik
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
Terkini
-
Profil Luke Thomas Mahony, WN Australia Eks Petinggi Vale Jadi Dirut PT DSI
-
Ekspor Mineral Disentralisasi ke Danantara, Bahlil Klaim Akhiri Modus Transfer Pricing
-
5 Jenis KPR untuk Solusi Cicilan Nasabah dan Dampaknya Jika BI Naikkan Suku Bunga
-
IHSG Anjlok Usai DSI Dibentuk, Purbaya Sebut Investor Belum Paham Badan Ekspor Baru
-
Indonesia dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Hadapi Geopolitik Demi Ketahanan Energi Nasional
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Suku Bunga BI Naik Jadi 5,25%, Apakah Semua Cicilan KPR Bakal Ikut Melonjak?
-
IHSG Ambruk 2,4 Persen ke Level 6.167, Investor Panik Lego Saham
-
Badai PHK Belum Usai, 20 Ribu Pekerja RI Terancam Kehilangan Pekerjaan Dalam Waktu Dekat
-
Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh