Bisnis / Inspiratif
Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:11 WIB
Ilustrasi memilih SBN. (Dibuat dengan Chat GPT)
Baca 10 detik
  • SBN adalah instrumen investasi aman yang diterbitkan pemerintah untuk membiayai APBN.
  • Investor dapat memilih jenis SBN konvensional atau syariah.
  • Pemula disarankan menentukan tujuan keuangan, memperhatikan masa tenor, dan memilih mitra distribusi yang tepat untuk memulai investasi.

Suara.com - Di tengah fluktuasi pasar modal yang tidak menentu, banyak investor pemula mulai melirik berbagai instrumen investasi. Salah satunya adalah Surat Berharga Negara (SBN).

Bagi Anda yang baru terjun ke dunia investasi, SBN sering kali disebut sebagai "instrumen investasi paling aman" karena pokok dan kuponnya dijamin langsung oleh undang-undang dan dibayar oleh negara.

Namun dengan berbagai jenis yang ditawarkan, bagaimana cara memilih SBN untuk pemula yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda?

Mari kita bedah secara mendalam langkah-langkah dan strategi memilih SBN agar investasi Anda maksimal.

Apa Itu SBN dan Mengapa Cocok untuk Pemula?

Surat Berharga Negara (SBN) adalah surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia untuk membiayai APBN.

Dengan membeli SBN, artinya Anda meminjamkan uang kepada negara. Sebagai gantinya, negara akan memberikan imbal hasil berupa bunga (disebut kupon) setiap bulannya serta mengembalikan modal Anda secara utuh saat jatuh tempo.

Ada tiga alasan utama mengapa SBN sangat direkomendasikan untuk pemula:

1. Risiko Gagal Bayar Nol Persen: Dijamin oleh UU APBN.
2. Pajak Lebih Rendah: Pajak obligasi hanya 10%, lebih rendah dibandingkan pajak deposito yang mencapai 20%.
3. Modal Terjangkau: Anda bisa mulai berinvestasi hanya dengan Rp1 juta saja.

Mengenal Jenis-Jenis SBN Ritel

Sebelum memutuskan, Anda harus tahu bahwa SBN Ritel terbagi menjadi dua kategori besar berdasarkan prinsipnya: Konvensional dan Syariah.

Baca Juga: Kemenkeu Siapkan 8 SBN Ritel di 2026, Target Raup Dana Rp 170 Triliun

1. SBN Konvensional

ORI (Obligasi Negara Ritel): Memiliki kupon tetap (fixed rate) hingga jatuh tempo dan bersifat tradable (bisa diperjualbelikan di pasar sekunder).

SBR (Savings Bond Ritel): Memiliki kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor) dan tidak bisa diperjualbelikan, namun memiliki fasilitas early redemption (pencairan awal).

2. SBN Syariah (SBSN)

SR (Sukuk Ritel): Versi syariah dari ORI. Bersifat tradable dan memiliki kupon tetap.

ST (Sukuk Tabungan): Versi syariah dari SBR. Tidak bisa diperjualbelikan namun memiliki fitur floating with floor dan early redemption.

Cara Memilih SBN untuk Pemula: 4 Langkah Strategis

Agar tidak salah langkah, berikut adalah panduan praktis dalam menentukan pilihan SBN Anda:

1. Tentukan Tujuan: Likuiditas atau Pendapatan Tetap?

Jika Anda merasa sewaktu-waktu membutuhkan uang tersebut sebelum jatuh tempo (3 tahun), pilihlah tipe Tradable seperti ORI atau SR.

Load More