- ISMILE Family of Schools bekerja sama dengan Miriam College untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik anak usia dini di Indonesia.
- Kedua institusi menandatangani perjanjian pada Juli 2026 di Jakarta untuk meresmikan kemitraan strategis dalam pengembangan profesionalisme guru.
- Kerja sama ini mencakup pendirian Teacher Training Centre yang menyediakan program sertifikasi berjenjang hingga tingkat diploma dan pascasarjana.
Suara.com - Pembentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kesiapan tenaga kerja untuk merambah dunia bisnis dan karier profesional bermula jauh sebelum individu memasuki usia produktif.
Fase pendidikan anak usia dini (PAUD) memainkan peran krusial dalam membangun fondasi kognitif, kemampuan analisis, dan keterampilan sosial dasar.
Dari kacamata ekonomi, investasi di sektor pendidikan awal secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan produktivitas, stabilitas karier, dan daya saing individu di pasar tenaga kerja pada masa mendatang.
Selain penguasaan materi akademis, kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional yang dipupuk sejak dini merupakan modal utama bagi calon pelaku usaha dan pemimpin korporasi. Oleh karena itu, kualitas tenaga pendidik di tingkat PAUD menjadi variabel penentu dalam rantai pasok SDM yang unggul. Kualifikasi dan metode pengajaran guru pada tahap ini, secara tidak langsung, turut menentukan peta kualitas tenaga kerja dan ketahanan ekonomi suatu negara dalam jangka panjang.
Berangkat dari kebutuhan akan standar tenaga pendidik anak usia dini tersebut, institusi pendidikan ISMILE Family of Schools merealisasikan kerja sama dengan Miriam College, sebuah lembaga pendidikan asal Filipina.
Kemitraan ini diformalkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) yang bertepatan dengan penyelenggaraan Teacher Professional Development Week di Jakarta pada 6 hingga 9 Juli 2026.
Penandatanganan MOA ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MOU) yang sebelumnya telah disepakati pada 6 Maret 2026.
Pada kunjungan tersebut, pihak ISMILE diwakili oleh Founder Neeltje Sutandjati, Director of Business Affairs Maryati Lauw, dan Director of Growth and Systems Trisha Winata, yang bertemu langsung dengan Presiden Miriam College, Dr. Maria Regina Lucia M. Lizares.
Agenda utama dari kolaborasi ini adalah pendirian Teacher Training Centre di Indonesia. Fasilitas ini direncanakan akan menyediakan program sertifikasi berjenjang bagi tenaga pendidik, yang terintegrasi dengan jalur kualifikasi tingkat diploma hingga pascasarjana di bawah kurikulum Miriam College.
Baca Juga: Mendikdasmen Kritik Perpustakaan Sekolah yang Hanya Jadi Syarat Akreditasi
Profil Mitra dan Skala Operasional
Pemilihan Miriam College sebagai mitra strategis didasarkan pada rekam jejak institusi tersebut di Filipina, yang akan genap berusia 100 tahun pada 2026.
Program Pendidikan Guru di Miriam College memiliki status Center of Excellence dari Philippine Commission on Higher Education (CHED). Selain itu, program Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini di lembaga tersebut memegang akreditasi Level IV dari Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges and Universities (PAASCU).
Di sisi lain, ISMILE Family of Schools saat ini mengelola tujuh kampus di Indonesia yang melayani segmentasi anak mulai dari usia enam bulan hingga enam tahun.
Operasional lembaga ini terbagi dalam tiga jenjang jenama pendidikan, yaitu ISMILE Preschool, IShine Preschool & Childcare, dan Alam Atelier.
Terkait kerja sama ini, Founder ISMILE Family of Schools, Neeltje Sutandjati, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi industri pendidikan.
"Kami meyakini kolaborasi ini dapat memperkuat profesionalisme guru dan membuka kesempatan pembelajaran profesional. Harapannya, inisiatif ini dapat berkontribusi pada peningkatan standar pendidikan anak usia dini di Indonesia secara umum," tuturnya.
Berita Terkait
-
Saat Stadion Tak Lagi Ramai, DPRD Usul Lahan Kamal Muara Disulap Jadi SMA Negeri
-
Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal
-
4 Sepeda Listrik Desain Stylish Budget Rp5 Jutaan, Bebas Antar Jemput Anak Sekolah Tanpa BBM!
-
24,5 Persen Anak Jambi 'Fatherless', Gubernur Sebut Jadi Pemicu Remaja Gabung Geng Motor
-
Wamensos Tekankan Peran Strategis Kepala Sekolah Rakyat dalam Mendorong Perubahan
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya
-
Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia
-
Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia
-
BEI Akan Ajak Ngobrol S&P Dow Jones Indices Setelah Indonesia Diancam Turun Kelas
-
Said Iqbal Minta Purbaya Naikkan Ambang Batas Saldo JHT Kena Pajak Jadi Rp 400 Juta
-
Emiten Pertahankan Posisi FTSE Russell ESG Rating, Saham AVIA di Zona Hijau
-
WIKA, WSKT hingga INAF Masuk Daftar Hitam BEI, Terancam Delisting
-
Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan
-
Said Iqbal Akhirnya Temui Purbaya, Minta Pajak JHT hingga THR Dihapus
-
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa