Bisnis / Inspiratif
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:30 WIB
ilustrasi
Baca 10 detik
  • ISMILE Family of Schools bekerja sama dengan Miriam College untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik anak usia dini di Indonesia.
  • Kedua institusi menandatangani perjanjian pada Juli 2026 di Jakarta untuk meresmikan kemitraan strategis dalam pengembangan profesionalisme guru.
  • Kerja sama ini mencakup pendirian Teacher Training Centre yang menyediakan program sertifikasi berjenjang hingga tingkat diploma dan pascasarjana.

Suara.com - Pembentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta kesiapan tenaga kerja untuk merambah dunia bisnis dan karier profesional bermula jauh sebelum individu memasuki usia produktif.

Fase pendidikan anak usia dini (PAUD) memainkan peran krusial dalam membangun fondasi kognitif, kemampuan analisis, dan keterampilan sosial dasar.

Dari kacamata ekonomi, investasi di sektor pendidikan awal secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan produktivitas, stabilitas karier, dan daya saing individu di pasar tenaga kerja pada masa mendatang.

Selain penguasaan materi akademis, kemampuan pemecahan masalah dan kecerdasan emosional yang dipupuk sejak dini merupakan modal utama bagi calon pelaku usaha dan pemimpin korporasi. Oleh karena itu, kualitas tenaga pendidik di tingkat PAUD menjadi variabel penentu dalam rantai pasok SDM yang unggul. Kualifikasi dan metode pengajaran guru pada tahap ini, secara tidak langsung, turut menentukan peta kualitas tenaga kerja dan ketahanan ekonomi suatu negara dalam jangka panjang.

Berangkat dari kebutuhan akan standar tenaga pendidik anak usia dini tersebut, institusi pendidikan ISMILE Family of Schools merealisasikan kerja sama dengan Miriam College, sebuah lembaga pendidikan asal Filipina.

Kemitraan ini diformalkan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) yang bertepatan dengan penyelenggaraan Teacher Professional Development Week di Jakarta pada 6 hingga 9 Juli 2026.

Penandatanganan MOA ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MOU) yang sebelumnya telah disepakati pada 6 Maret 2026.

Pada kunjungan tersebut, pihak ISMILE diwakili oleh Founder Neeltje Sutandjati, Director of Business Affairs Maryati Lauw, dan Director of Growth and Systems Trisha Winata, yang bertemu langsung dengan Presiden Miriam College, Dr. Maria Regina Lucia M. Lizares.

Agenda utama dari kolaborasi ini adalah pendirian Teacher Training Centre di Indonesia. Fasilitas ini direncanakan akan menyediakan program sertifikasi berjenjang bagi tenaga pendidik, yang terintegrasi dengan jalur kualifikasi tingkat diploma hingga pascasarjana di bawah kurikulum Miriam College.

Baca Juga: Mendikdasmen Kritik Perpustakaan Sekolah yang Hanya Jadi Syarat Akreditasi

Profil Mitra dan Skala Operasional

Pemilihan Miriam College sebagai mitra strategis didasarkan pada rekam jejak institusi tersebut di Filipina, yang akan genap berusia 100 tahun pada 2026.

Program Pendidikan Guru di Miriam College memiliki status Center of Excellence dari Philippine Commission on Higher Education (CHED). Selain itu, program Sarjana Pendidikan Anak Usia Dini di lembaga tersebut memegang akreditasi Level IV dari Philippine Accrediting Association of Schools, Colleges and Universities (PAASCU).

Di sisi lain, ISMILE Family of Schools saat ini mengelola tujuh kampus di Indonesia yang melayani segmentasi anak mulai dari usia enam bulan hingga enam tahun.

Operasional lembaga ini terbagi dalam tiga jenjang jenama pendidikan, yaitu ISMILE Preschool, IShine Preschool & Childcare, dan Alam Atelier.

Terkait kerja sama ini, Founder ISMILE Family of Schools, Neeltje Sutandjati, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas guru merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi industri pendidikan.

"Kami meyakini kolaborasi ini dapat memperkuat profesionalisme guru dan membuka kesempatan pembelajaran profesional. Harapannya, inisiatif ini dapat berkontribusi pada peningkatan standar pendidikan anak usia dini di Indonesia secara umum," tuturnya.

Load More