- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp18.014 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, 8 Juli 2026.
- Pelemahan dipicu penurunan Indeks Keyakinan Konsumen domestik serta isu penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh S&P.
- Tekanan diperberat oleh kenaikan harga minyak dunia dan sikap hawkish The Fed yang memengaruhi mata uang Asia.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melanjutkan tren pelemahan dan resmi menembus level psikologis baru.
Berdasarkan data Bloomberg pada penutupan perdagangan Rabu (8/7/2026), rupiah ditutup merosot ke level Rp18.014 per dolar AS.
Posisi tersebut menunjukkan koreksi sebesar 34 poin atau melemah 0,19 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.995 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan mata uang Garuda kali ini lebih banyak didorong oleh sentimen negatif yang berasal dari dalam negeri.
Salah satu pemicu utamanya adalah rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang mencatatkan penurunan signifikan.
"Rupiah melemah terhadap dolar AS umumnya disebabkan oleh tekanan dari domestik. Rupiah tertekan oleh survei yang menunjukkan penurunan yang cukup besar pada kepercayaan konsumen Indonesia di bulan Juni," jelas Lukman, Rabu (8/7/2026).
Selain melesunya optimisme konsumen, pasar keuangan domestik juga tengah dibayangi oleh sentimen negatif terkait potensi turun kasta (downgrade) pasar modal Indonesia.
Isu ini mencuat setelah adanya wacana peninjauan (review) dari S&P Dow Jones yang mengisyaratkan kemungkinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dimasukkan ke dalam kategori pasar perintis (frontier market).
"Isu mengenai potensi downgrade klasifikasi pasar ekuitas Indonesia ke frontier dari S&P Dow Jones juga menekan rupiah. Secara sentimen domestik masih sangat lemah, sehingga rupiah sulit bangkit kecuali dolar AS mengalami pelemahan yang signifikan," tambahnya.
Baca Juga: IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut
Faktor Eksternal: Harga Minyak dan Sikap Hawkish The Fed
Dari sisi eksternal, tekanan terhadap rupiah semakin berat akibat tren kenaikan harga minyak mentah dunia. Eskalasi konflik geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran gangguan pasokan, yang berujung pada lonjakan harga komoditas energi tersebut.
Selain itu, pelaku pasar juga bersikap wait and see (menunggu) terhadap rilis risalah pertemuan komite pasar terbuka Federal Reserve (FOMC) malam ini.
Jika narasi dari pejabat The Fed, seperti Kevin Warsh, kembali menunjukkan sikap hawkish (mendukung suku bunga tinggi), dolar AS berpotensi semakin menguat.
Merespons kondisi tersebut, Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah dalam jangka pendek akan berada pada rentang Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS. Ia juga menekankan perlunya intervensi serta penguatan sinergi kebijakan dari pemerintah dan Bank Indonesia (BI) guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Mayoritas Mata Uang Asia Kompak Melemah
Tekanan yang dialami rupiah sejalan dengan pelemahan yang melanda mayoritas mata uang di kawasan Asia terhadap greenback. Berikut adalah catatan performa sejumlah mata uang Asia pada penutupan perdagangan sore ini:
Rupee India: Mencatatkan pelemahan terdalam di Asia, ambles sebesar 0,24 persen.
Rupiah Indonesia: Terkoreksi 0,19 persen.
Baht Thailand: Melemah sebesar 0,13 persen.
Peso Filipina: Ditutup tertekan 0,11 persen.
Yen Jepang: Mengalami penurunan sebesar 0,09 persen.
Yuan China: Terkoreksi tipis sebesar 0,02 persen.
Berita Terkait
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Mulai Dekati Level Rp18.000
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Rupiah Menguat ke Rp17.980 per Dolar AS, Ditopang Lonjakan Cadangan Devisa
-
Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Setelah Purbaya, Said Iqbal Mau Geruduk Kantor BPJS Ketenagakerjaan
-
Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya
-
Fondasi SDM Masa Depan, Kualitas Pendidikan Anak Sejak Dini Jadi Sorotan
-
Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia
-
Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia
-
BEI Akan Ajak Ngobrol S&P Dow Jones Indices Setelah Indonesia Diancam Turun Kelas
-
Said Iqbal Minta Purbaya Naikkan Ambang Batas Saldo JHT Kena Pajak Jadi Rp 400 Juta
-
Emiten Pertahankan Posisi FTSE Russell ESG Rating, Saham AVIA di Zona Hijau
-
WIKA, WSKT hingga INAF Masuk Daftar Hitam BEI, Terancam Delisting
-
Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan