- Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, menilai Presiden Prabowo sedang menerapkan kebijakan ekonomi model sosialisme pasar.
- Kebijakan ini mengedepankan peran negara yang kuat untuk mengimplementasikan ekonomi konstitusi demi mengurangi kesenjangan sosial masyarakat.
- Pergeseran arah ekonomi tersebut dipengaruhi pemikiran Soemitro Djojohadikusumo untuk meminimalisir praktik konglomerasi yang tidak berkeadilan sosial.
Suara.com - Presiden RI Prabowo Subianto dinilai tengah membangun arah kebijakan ekonomi sosial ke model Sosialimes pasar.
Penilaian itu dilontarkan Rektor Universitas Paramadina, Didik J Rachbini, dalam diskusi bertema “Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?” di Jakarta, Jumat (22/5) pekan lalu.
Didik mengatakan, gaya kepemimpinan ekonomi Prabowo kini mulai meninggalkan pendekatan pasar bebas atau free market murni, dan beralih ke arah sosialisme dengan peran negara yang semakin dominan.
Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret untuk mengimplementasikan 'Ekonomi Konstitusi' yang selama ini digaungkan Prabowo.
Didik J Rachbini menilai, pergeseran ini berpotensi menimbulkan riak di tingkat global, terutama bagi lembaga dan media ekonomi yang menganut paham liberalisme.
“Presiden Prabowo switch ke Sosialisme, sehingga negara menjadi kuat. Jadi, majalah The Economist yang mengkritiknya itu kan beraliran free market. Tentu terjadi benturan," kata Profesor Didik, dikutip hari Senin (25/5/2026).
Kritik tajam Prabowo terhadap praktik konglomerasi yang dianggap tidak berpihak pada keadilan sosial, menjadi sinyal kuat adanya perubahan haluan ini.
Didik menekankan, penguatan peran negara diperlukan untuk memastikan kekayaan nasional tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sebuah gagasan yang sejalan dengan kritik-kritik Prabowo dalam bukunya, Paradoks Indonesia.
Warisan Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo
Baca Juga: Mencetak 3 Presiden dan 3 Wapres, Rahasia di Balik Museum Seskoad yang Diresmikan Prabowo
Analisis Didik Rachbini juga menyentuh aspek historis dan personal dari sosok Prabowo Subianto. Ia meyakini, arah kebijakan ekonomi saat ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh besar sang ayah, Prof Soemitro Djojohadikusumo, yang merupakan begawan ekonomi Indonesia.
Soemitro dikenal luas sebagai arsitek ekonomi yang memiliki pendekatan "sosialisme pasar".
"Bisa dikatakan, ideologi pemerintahan Prabowo adalah Sosialisme Pasar," kata dia.
Pendekatan ini mencoba menggabungkan kekuatan mekanisme pasar, dengan intervensi negara yang tegas pada sektor-sektor strategis.
Menurut Didik, hal ini merupakan cerminan dari nasionalisme konstitusional yang dianut oleh Soemitro sejak era awal kemerdekaan.
"Prabowo pasti dipengaruhi pemikiran ayahnya. Ideologi Soemitro memang sangat sulit dipisahkan dari corak nasionalismenya. Terutama menilai ekonomi Pancasila sesuai pembukaan UUD 45 adalah realisasi nilai-nilainya secara normatif."
Tag
Berita Terkait
-
Mencetak 3 Presiden dan 3 Wapres, Rahasia di Balik Museum Seskoad yang Diresmikan Prabowo
-
Polymarket Diblokir: Saat "Gercep" Komdigi Hanya Berlaku Jika Mengusik Penguasa?
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu
-
Jangan Biarkan Uang Menguap, Ini 2 Investasi Aman saat Rupiah Melemah
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Berlabel BUMN
-
Mendag Tegaskan Izin Ekspor Masih di Kemendag, Bukan Wewenang Danantara
-
Gangguan Listrik Sumatra Jadi Momentum Perkuat Infrastruktur PLN
-
Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!
-
BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026
-
PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM
-
Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam
-
IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau
-
IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor
-
Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya