Bisnis / Makro
Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB
[Ki-ka] Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Head of Public Policy TikTok Indonesia Noudhy Valdryno, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes Niken Wastu Palupi dan Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi dalam peluncuran inisiatif TikTok bertajuk Makan dengan Makna di Jakarta pada Kamis (9/7/2026). [Dok. TikTok Indonesia]
Baca 10 detik
  • TikTok mendonasikan 200 ribu Dolar AS kepada Foodbank of Indonesia untuk menyalurkan 80.000 makanan bergizi bagi masyarakat rentan.
  • TikTok meluncurkan kampanye Makan Dengan Makna guna mengedukasi masyarakat tentang pola makan sehat melalui kreativitas konten bahan pangan lokal.
  • TikTok menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai gizi seimbang serta pola hidup sehat masyarakat.

Suara.com - TikTok menggelontorkan donasi senilai 200 ribu Dolar AS atau setara Rp 3,6 miliar (kurs Rp 18.100 per Dolar AS) ke sektor pangan RI melalui organisasi nirlaba Foodbank of Indonesia.

Donasi TikTok ini ditujukan untuk membantu penyaluran lebih dari 80.000 makanan bergizi bagi masyarakat rentan di berbagai wilayah di Indonesia.

Head of Public Policy TikTok Indonesia, Noudhy Valdryno menyatakan, donasi ini merupakan bagian dari kampanye Makan Dengan Makna untuk mendorong masyarakat menerapkan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat melalui inspirasi dari kreator, komunitas, dan kekayaan bahan pangan lokal.

"Melalui Makan Dengan Makna, kami ingin memanfaatkan kekuatan penemuan (discovery) di TikTok untuk membantu masyarakat menemukan inspirasi hidup sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," katanya, dikutip dari siaran pers, Kamis (9/7/2026).

Sebagai bagian dari kampanye Makan Dengan Makna, TikTok juga memperkenalkan kampanye Makan Lokal dengan menggandeng kreator untuk menghadirkan sesi LIVE memasak yang mengangkat kekayaan bahan pangan lokal.

Lewat kampanye ini, TikTok mengajak masyarakat untuk menemukan inspirasi bahwa pola makan sehat dapat dimulai dari menu sederhana dan bahan pangan lokal yang mudah dijangkau dan dekat dengan keseharian mereka.

Peluncuran inisiatif ini dilatarbelakangi oleh tingginya minat masyarakat terhadap konten makanan dan gaya hidup sehat di TikTok. Hingga saat ini, jutaan unggahan telah dibagikan melalui tagar populer seperti #KulinerIndonesia, #HidupSehat, #MakananSehat, dan #CemilanSehat.

Ini mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat untuk menemukan inspirasi resep, ide memasak, hingga berbagai cara sederhana untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat melalui konten para kreator di TikTok.

Dengan besarnya potensi yang ada, TikTok memperkuat inisiatif Makan dengan Makna dengan menandatangani Memorandum Saling Pengertian dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperkuat upaya edukasi mengenai program prioritas, antara lain gizi seimbang dan pola hidup sehat.

Baca Juga: Daftar Harga Pangan Terbaru: Cabai Rawit Paling Mahal!

Kolaborasi ini relevan karena Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sekitar 96,7 persen masyarakat Indonesia berusia di atas lima tahun masih belum memenuhi anjuran konsumsi buah dan sayur harian.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal, sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, terutama pola konsumsi dan aktivitas fisik sehari-hari.

Melihat besarnya pengaruh media sosial, Menkes Budi secara khusus mengajak para kreator konten di TikTok untuk mengambil peran aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pola makan sehat.

"Mari kita ubah stigma masyarakat untuk membuat pola makan sehat ini menjadi sebuah tren yang memicu FOMO (Fear of Missing Out). Jangan sampai tren makanan yang tidak sehat justru diadopsi secara luas karena dampaknya buruk bagi kesehatan masyarakat di usia produktif," tegas Menkes BGS.

Load More