- Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan pemerintah tidak menerapkan moratorium pendirian ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Indonesia.
- Pemberian izin ritel modern diserahkan kepada pemerintah daerah berdasarkan prinsip keadilan, kebutuhan wilayah, dan kemampuan menyerap produk UMKM.
- Pemerintah mendorong ritel modern dan usaha tradisional untuk saling mendukung dalam ekosistem bisnis yang tidak saling mematikan.
Suara.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyatakan pemerintah tidak menerapkan moratorium terhadap pendirian ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.
Menurutnya, keberadaan ritel modern, koperasi, warung kelontong, hingga warung Madura harus menjadi bagian dari ekosistem usaha yang saling mendukung.
"Mungkin bahasanya bukan moratorium. Bahasanya adalah kita melihat prinsip keadilan dan proporsionalitas, tergantung kebutuhan di masing-masing daerah," kata Maman di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah akan mendorong pemberian izin ritel modern di daerah yang masih membutuhkan dan dinilai mampu menyerap produk UMKM. Sebaliknya, apabila jumlahnya sudah mencukupi, penambahan izin tidak menjadi prioritas.
"Kalau di daerah A dia masih membutuhkan Alfamart dan itu bisa menyerap produk-produk UMKM di daerah tersebut, ya didorong. Artinya kita ada- kita berikan izin. Tapi kalau memang di daerah yang B misalnya dianggap sudah cukup, tidak perlu Alfamart, ya enggak usah juga gitu lho," jelasnya.
Maman menambahkan, kewenangan pemberian izin berada di tangan pemerintah daerah karena kepala daerah dinilai lebih memahami kondisi wilayah masing-masing.
"Jadi jangan diberlakukan rata bahwa di daerah ini tidak perlu ada Alfamart atau di daerah ini harus ada Alfamart, tidak. Jadi arti maksud saya, inilah tadi kenapa proses perizinan pemberian kepada Alfamart itu diserahkan kepada masing-masing kepala daerah, karena yang memahami kondisi situasi di daerah itu kan kepala daerah masing-masing," tuturnya.
Selain menegaskan tidak ada moratorium, Maman juga meminta seluruh model usaha dapat berkembang secara berdampingan dan tidak diposisikan sebagai pesaing yang saling melemahkan.
"Gini, nah, gini, saya mau bilang. Kita harus melihat Alfamart, Indomaret, koperasi, warung Madura, kan gitu kan ada kan warung Madura, warung-warung kelontong itu sebagai salah satu bisnis model ataupun kelompok-kelompok bisnis yang semuanya itu pasti memiliki impact positif dalam rangka untuk mendorong keterlibatan UMKM di daerah setempat," ungkapnya.
Baca Juga: CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi
Ia menilai, keberadaan ritel modern maupun usaha tradisional dapat saling memperkuat ekosistem bisnis di daerah.
"Kita inginnya bahwa keberadaan selur- kayak Alfamart, Indomaret, segala macam itu adalah bisa saling men-support dan mendukung ekosistem bisnis usaha di tiap-tiap daerah," ucapnya.
"Jadi jangan sampai seakan-akan, oh, ada koperasi akan mengkanibalisasi Alfamart, begitu juga Alfamart akan mengkanibalisasi koperasi, atau justru akan mengkanibalisasi UMKM, enggak," lanjut Maman.
Menurut dia, hingga kini sudah banyak produk UMKM yang masuk ke jaringan ritel modern. Pemerintah akan terus melakukan kurasi agar semakin banyak pelaku UMKM dapat menjadi bagian dari rantai pasok tersebut.
"Sampai saat ini keberadaan UMKM-UMKM yang masuk ke dalam rantai pasoknya Alfamart, yang bisa berjualan di Alfamart itu udah lum- banyak sekali. Ya, tetap kita akan terus lakukan kurasi agar semakin banyak UMKM itu bisa terlibat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
UMKM Indonesia Berpeluang Jadi Motor Baru Ekspor, Ini Syaratnya
-
BUMN Ini Sulap Limbah Jadi Paving Block, Gandeng UMKM Dorong Ekonomi Sirkular
-
SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi
-
Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS