Bisnis / Inspiratif
Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:11 WIB
Minuman seruni KWT Mentari yang pernah disajikan dalam pesta pernikahan putra Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, ppada 2022 silam. (Suara.com/Irwan Febri)
Baca 10 detik
  • Minuman herbal Seruni buatan KWT Mentari Sleman berhasil terpilih sebagai sajian tamu dalam pernikahan Kaesang-Erina pada Desember 2022.
  • Kehadiran produk lokal tersebut dalam acara pernikahan putra Presiden Joko Widodo didukung oleh program CSR dari pihak BRI.
  • KWT Mentari mengolah minuman herbal dari hasil kebun sendiri yang dikelola oleh para ibu di Desa Karangploso, Sleman.

"Karena di sini lahan untuk tanaman obat perlu tanah, kami kembangkan di situ. Ada serai di salah satunya. Serai, kemudian jeruk nipis," imbuh wanita kelahiran Kota Jogja itu.

Tanaman Pakcoi KWT Mentari yang terlihat sudah siap panen. (Suara.com/Irwan Febri)

Adapun selain tanaman obat dan buah, KWT Mentari juga menanam aneka sayuran. Mulai sayuran seperti selada, kangkung, pakcoi, sawi hijau, tomat, timun jepang, bayam brazil, gambas, buncis, hingga kacang panjang.

Tanaman-tanaman tersebut dikelola di greenhouse yang diberikan BRI melalui program CSR pada 2021 silam.

KWT Mentari Jadi Ajang Ibu-ibu Berkegiatan Positif

Bagi sebagian anggotanya, KWT Mentari bukan hanya tempat berkebun. Kelompok ini juga menjadi ruang bagi ibu-ibu untuk tetap aktif dan produktif setelah memasuki masa pensiun.

Salah satunya adalah Laksinto Rini yang dulunya adalah pegawai BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Semasa masih aktif sebagai pekerja, dirinya nyaris tak pernah bersinggungan dengan tanaman.

Namun, kini dirinya bisa berkebun. Merawat sayuran dari bibit hingga sudah siap panen.

Anggota KWT Mentari, Laksinto Rini, yang merupakan pensiunan BUMN. (Suara.com/Irwan Febri)

“Saya kan pensiunan. Aku mau apa ya, terus saya ikut KWT, yang positif-positif. Dulu nggak megang ini, sekarang megang tanaman, biar bisa berkebun,” kata anggota KWT Mentari, Laksinto Rini.

Aktivitas berkebun yang awalnya sekadar mengisi waktu perlahan berkembang menjadi kegiatan bersama yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Para anggota menanam berbagai sayuran hingga tanaman herbal yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Cuci Gudang, Persija Jakarta Sudah Lepas 7 Pemain Jelang Musim 2026/2027

Rini mengatakan, banyak anggota KWT Mentari yang memiliki usaha katering rumahan. Karena itu, keberadaan kebun kelompok cukup membantu menyediakan bahan makanan segar.

“Di sini banyak lho anggotanya yang punya katering. Akhirnya nanya ada selada nggak, kan lumayan. Terus ibu-ibu juga mau masak apa bisa," ujar wanita 61 tahun itu. 

Tak hanya itu, hasil kebun juga kerap dimanfaatkan warga yang memiliki homestay di sekitar Karangploso. Saat ada tamu datang, sayuran segar dari kebun KWT bisa langsung dipetik.

Kegiatan ibu-ibu KWT Mentari yang sedang memeriksa tanaman di greenhouse. (Suara.com/Irwan Febri)

“Terus situ ada homestay, ada tamu nih, ada sayur apa ya. Kan lumayan, segar. Ibu-ibu juga semangat,” tuturnya menambahkan.

Dari kebun sederhana di sudut kampung Karangploso itulah, ibu-ibu KWT Mentari perlahan merangkai cerita mereka sendiri. Menanam serai, memetik jeruk nipis, merawat sayuran, hingga mengolahnya menjadi minuman herbal yang akhirnya tersaji dalam pesta pernikahan anak presiden.

KWT Mentari secara perlahan menjadi ruang kebersamaan bagi ibu-ibu untuk tetap aktif, saling mendukung, sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Load More