- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis dari Rp335 triliun menjadi Rp270 triliun.
- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis agar pelaksanaannya lebih efisien dan akuntabel.
- Kementerian Keuangan kini memperketat pengawasan penggunaan anggaran di daerah melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk mencegah potensi penyimpangan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal mengalami efisiensi besar-besaran karena sudah diperintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Menkeu Purbaya menyatakan kalau MBG yang dijalankan Badang Gizi Nasional (BGN) itu memang program andalan Prabowo yang saat ini tidak bisa dihapus. Untuk itu Pemerintah harus menjalankannya, tapi juga membuatnya lebih efisien.
"Hanya saja memang pelaksanaannya, banyak bolongnya kemarin, sekarang sedang diperbaiki," katanya di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, dikutip Senin (6/7/2026).
Sebagai bukti, Purbaya menyebut anggaran MBG sudah dipotong dari sebelumnya Rp 335 triliun menjadi Rp 270 triliun. Ia memastikan kalau BGN bakal kembali memangkas anggaran MBG.
"Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran. Ini perintah Bapak Presiden. Itu, jadi enggak usah takut. Kalau program pertama pasti banyak bolongnya," lanjutnya.
Purbaya mengklaim kalau dirinya menjadi satu-satunya orang yang berani mendatangi BGN. Ketika pertama kali berkunjung, ia mengaku kalau waktu itu sempat heboh.
Bendahara Negara menjelaskan kalau itu dilakukan karena pihaknya khawatir dengan penggunaan anggaran untuk MBG. Hanya saja eksekusi tetap dilakukan oleh Kepala BGN, yang saat itu masih dijabat Dadan Hindayana sebelum menjadi tersangka korupsi MBG.
Purbaya juga mengakui kalau MBG adalah program yang bagus di atas kertas. Lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun ikut mengaudit program tersebut.
"Dulu kan saya enggak boleh masuk bahkan, tapi sekarang kan diperbaiki," imbuhnya.
Baca Juga: Purbaya Suruh Anak Buah Cek Pasar buat Buktikan Tudingan Krisis Ekonomi
Bahkan Kemenkeu kini bisa ikut mengawasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, (SPPG) di daerah lewat Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb). Jika ada yang menyimpang, Purbaya bisa langsung menindaklanjuti.
"Yang jelek-jelek saya akan laporkan ke BGN, untuk dia ambil tindakan. Nah kalau (BGN) enggak ambil tindakan dalam keadaan seperti itu, baru saya bisa potong anggarannya," timpal dia.
Lebih lanjut Purbaya mengklaim kalau MBG pasti memiliki banyak kelemahan karena itu adalah program baru dari Pemerintah. Makanya saat itu pimpinan BGN dinilainya belum menyadari kelemahan yang ada.
"Sekarang sudah disadari dan akan diperbaiki. Jadi enggak apa-apa. Itu program yang bagus. Kita jalankan ke depan. Yang penting pelaksanaannya lebih ketat. Lebih dimonitor sekarang. Kami sudah akan monitor, dan kepala BGN yang baru setuju, minta Keuangan ikut monitor," tegas Purbaya.
Berita Terkait
-
Purbaya Suruh Anak Buah Cek Pasar buat Buktikan Tudingan Krisis Ekonomi
-
Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Rupiah Lemah, Tapi Ogah Disalahkan
-
Purbaya Rombak Beasiswa LPDP, 80 Persen Kini untuk Bidang STEM
-
Purbaya Tak Langsung Setujui Usul DPR soal Tambahan Anggaran Rp 984 T ke Kementerian-Lembaga
-
Purbaya Klaim Anggaran Pendidikan Tetap Rp 769,1 T Meski Subsidi BBM Naik
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
BRI dan Danantara Perkuat Sinergi, Kinerja Solid Dukung Program Strategis Nasional
-
OJK Catat 608 Ribu Laporan Penipuan Keuangan, Korban Diperkirakan Jauh Lebih Banyak
-
Purbaya Suruh Anak Buah Cek Pasar buat Buktikan Tudingan Krisis Ekonomi
-
Harga Pangan Kompak Naik, Cabai Rawit Merah Tembus Rp80.050/Kg
-
Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Rupiah Lemah, Tapi Ogah Disalahkan
-
Harga Minyak Dunia Semakin Melorot, Gimana Nasib Harga Pertamax?
-
IHSG Mulai Bergerak ke Level 5.900 Pagi Ini
-
Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026
-
Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli
-
IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut