Suara.com - PT Pegadaian (Persero) semakin menunjukkan performa bisnis yang gemilang di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Sinergi strategis ini terbukti berhasil memacu penguatan tata kelola, mempercepat transformasi bisnis, serta memperkokoh posisi Pegadaian sebagai motor utama penggerak ekosistem emas nasional yang inovatif dan berkelanjutan.
Hingga periode Mei 2026, total kelolaan emas perusahaan berhasil menembus angka fantastis, yaitu 153,72 ton. Pencapaian ini tidak lepas dari konsistensi Pegadaian yang secara agresif terus mengedukasi dan membangun literasi investasi emas secara nasional, guna mengubah paradigma masyarakat agar memahami emas sebagai aset investasi produktif yang likuid, bukan sekadar simpanan tradisional.
Di bawah naungan Danantara, Pegadaian memantapkan posisinya sebagai pelopor sekaligus satu-satunya Bank Emas di Indonesia yang memiliki ekosistem hulu-ke-hilir paling terintegrasi, lengkap dengan ruang penyimpanan vault berstandar internasional, hingga pabrik pengolahan dan retail emas melalui anak usahanya, Galeri 24.
Ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Pegadaian dalam mendukung agenda hilirisasi komoditas yang tertuang dalam program Asta Cita Pemerintah. Melalui pengembangan ekosistem bulion nasional, Pegadaian memastikan komoditas emas Indonesia tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, melainkan bertransformasi menjadi produk bernilai yang mampu menggerakkan roda perekonomian domestik secara masif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas.
“Kami terus berupaya untuk memberikan produk terbaik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Untuk itu kami menyediakan produk berbasis emas yang komprehensif, mulai dari Deposito Emas, Titipan Emas Korporasi, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga perdagangan emas. Kami juga menyediakan opsi investasi emas seperti cicil emas dan menabung emas yang dapat diakses langsung melalui aplikasi Tring!,” ujar Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti.
Sebelumnya pada kuartal 1 Tahun 2026, PT Pegadaian berhasil membuktikan ketangguhannya sebagai salah satu pilar keuangan nasional dengan menorehkan kinerja positif hingga periode 30 April 2026. Melalui strategi bisnis yang adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif, Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4,38 Triliun, tumbuh 87,2% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp 2,34 Triliun.
Akselerasi performa gemilang ini juga tercermin dari realisasi total Aset yang kini mencapai Rp 183,8 Triliun, atau meningkat 56% dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 117,8 Triliun. Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 153,6 Triliun, naik 58,8% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 96,7 Triliun.
“Tidak mudah untuk menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan yang besar dari nasabah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama. Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian,” ujar Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan.
Tidak hanya itu, Pegadaian juga mulai melangkah ke kancah internasional, dimulai dengan memperkuat struktur permodalan dan mendapatkan kepercayaan pasar internasional melalui penerimaan fasilitas pendanaan (funding) strategis dari perbankan raksasa Jepang, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), menjawab tren investasi modern, Pegadaian tengah mengembangkan produk Exchange-Traded Fund (ETF) Emas untuk memberikan fleksibilitas bagi para investor dalam bertransaksi emas di bursa secara likuid dan transparan, hingga ekspansi jaringan outlet dimana Pegadaian resmi memperluas jangkauan operasional fisiknya dengan membuka kantor cabang luar negeri pertama di Timor Leste.
Baca Juga: Setelah 13 Tahun Hibernasi: Akankah Madu Diplomatik Indonesia-Belarus Bertahan?
Sinergi kokoh bersama Danantara membawa PT Pegadaian (Persero) ke dalam era baru sebagai aset investasi strategis negara yang sehat secara finansial, berdampak nyata bagi kedaulatan ekonomi nasional, serta siap bersaing secara kompetitif di pasar regional maupun global. Bersama Danantara, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk MengEMASkan Indonesia. ***
Berita Terkait
-
Setelah 13 Tahun Hibernasi: Akankah Madu Diplomatik Indonesia-Belarus Bertahan?
-
Prabowo Terima PM Singapura, Bahas Investasi hingga Energi Hijau
-
BTN Borong Lima Penghargaan Internasional, Transformasi Beyond Mortgage Makin Diakui
-
Di Bawah Danantara, PNM Buka Pekerjaan Puluhan Ribu Lulusan SMA/SMK dari Keluarga Prasejahtera
-
Perombakan di Manajemen Danantara, Pahala Mansury Jadi Managing Director
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
Terkini
-
Bulog Gerak Cepat Tindaklanjuti Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Gudang Karawang
-
UU P2SK Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing dan Kedaulatan Industri Kripto Nasional
-
Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA
-
BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T
-
Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit
-
Produksi Listrik PLN Nusantara Power Capai 66.919 GWh pada 2025
-
Resmi IPO, Saham JECX Langsung Terbang 24,8%
-
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990