- Faik Fahmi resmi diangkat menjadi Direktur Utama Pelita Air menggantikan Dendy Kurniawan berdasarkan informasi resmi INACA.
- Penunjukan ini dikonfirmasi melalui unggahan akun Instagram resmi INACA pada hari Selasa, tanggal 7 Juli 2026.
- Sebelum menjabat di maskapai milik Pertamina ini, Faik Fahmi pernah memimpin PT Angkasa Pura Indonesia sebagai Direktur Utama.
Suara.com - Faik Fahmi kembali mengemban tugas di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Setelah lepas dari Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia, kini Faik Fahmi menjadi Direktur Utama Pelita Air.
Adapun, Pelita Air merupakan perusahaan maskapai penerbangan milik Pertamina. Kini Pelita Air masih sebagai anak usaha Pertamina.
Faik menggeser Dendy Kurniawan yang telah diplot sebagai Direktur Komersial PT KAI (Persero).
Penunjukkan ini diketahui setelah, organisasi maskapai indonesia INACA menggunggah di akun Instagram resminya.
"Selamat dan Sukses, Bapak Faik Fahmi, Atas terpilihnya menjadi Direktur Utama maskapai Pelita Air," tulis akun @inaca.or.id, seperti yang dikutip, Selasa (7/7/2026).
Untuk diketahui, Pelita Air merupakan salah satu anggota dari INACA.
Profil Faik Fahmi
Faik Fahmi bukan orang baru di BUMN, dirinya bolak-balik menjadi bos perusahaan pelat merah. Faik merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Manajemen yang lulus pada 1993.
Karier profesionalnya dimulai di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada pertengahan 1990-an dan terus berkembang melalui berbagai posisi strategis di perusahaan pelat merah tersebut.
Baca Juga: Komisaris Tanpa Kompetensi Hanya Jadi Beban bagi BUMN
Selama berkarier di Garuda Indonesia, Faik pernah menduduki sejumlah jabatan penting, mulai dari staf pemasaran, manajer pengadaan, Senior Manager Garuda Indonesia di Osaka, Jepang, Vice President wilayah Jepang, Korea, China, Amerika Serikat, dan Kanada, hingga menjadi Presiden Direktur Garuda Orient Holidays Japan Co., Ltd.
Pada 2012, Faik dipercaya menjadi Direktur Layanan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pengalaman tersebut semakin mengukuhkan kiprahnya di industri penerbangan nasional.
Setelah itu, Faik melanjutkan karier di sektor kebandarudaraan dengan menjabat sebagai Direktur Komersial dan Bisnis PT Angkasa Pura II pada periode 2015–2016.
Selanjutnya, pada 2017 ia dipercaya memimpin PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai Direktur Utama, sebelum kemudian menjabat Direktur Utama PT Angkasa Pura I pada akhir tahun yang sama.
Kariernya kembali menanjak ketika pemerintah menggabungkan PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II menjadi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports).
Faik ditunjuk sebagai Direktur Utama InJourney Airports dan memimpin transformasi operator 37 bandara di Indonesia yang menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu operator bandara terbesar di dunia.
Namun, pada Mei 2025 terjadi perombakan jajaran direksi PT Angkasa Pura Indonesia. Menteri BUMN Erick Thohir mengganti Faik Fahmi dengan Muhammad Rizal Pahlevi sebagai Direktur Utama InJourney Airports.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T Lewat Rural Youth AI Facilitator
-
Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 196,5 Triliun di Semester I 2026
-
Tentang PFII dan Ambisi Bangun Pusat Finansial Pesaing Dubai
-
Komisaris Tanpa Kompetensi Hanya Jadi Beban bagi BUMN
-
Ajak Istri dan Anak Kunker Ke New York, Apakah Menteri PU Langgar Aturan Menkeu?
-
Bersama Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Menuju Kancah Internasional
-
Bulog Gerak Cepat Tindaklanjuti Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Gudang Karawang
-
UU P2SK Dinilai Mampu Perkuat Daya Saing dan Kedaulatan Industri Kripto Nasional
-
Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?