- Rupiah menguat ke Rp17.980 per dolar AS usai cadangan devisa meningkat.
- Investor masih menunggu data penjualan ritel dan kepercayaan konsumen.
- Won Korea Selatan memimpin penguatan mata uang Asia, dolar Taiwan terlemah.
Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali mencatat penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (7/7/2026). Penguatan ini terjadi setelah pasar merespons kenaikan cadangan devisa Indonesia yang untuk pertama kalinya meningkat dalam enam bulan terakhir.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.980 per dolar AS, menguat 15 poin atau 0,08 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di Rp17.995 per dolar AS. Kinerja tersebut membawa mata uang Garuda kembali berada di zona hijau di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan kenaikan cadangan devisa menjadi sentimen positif yang menopang penguatan rupiah meski pergerakannya masih terbatas.
"Rupiah seharian terpantau datar dan ditutup menguat tipis di level Rp17.979 per dolar AS. Rupiah menguat merespons data cadangan devisa yang naik untuk pertama kali dalam enam bulan," ujar Lukman.
Meski demikian, menurutnya pelaku pasar masih memilih bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi domestik, terutama data penjualan ritel dan Survei Kepercayaan Konsumen yang dinilai akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Lukman memperkirakan ruang penguatan rupiah masih terbuka apabila data kepercayaan konsumen menunjukkan perbaikan sesuai ekspektasi pasar.
"Rupiah diperkirakan masih bergerak dalam kisaran (range-bound), namun berpotensi menguat apabila Survei Kepercayaan Konsumen yang dirilis besok meningkat seperti yang diharapkan. Kisaran pergerakan berada di level Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar AS," katanya.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung beragam. Won Korea Selatan mencatat penguatan terbesar setelah melonjak 0,36 persen terhadap dolar AS.
Sementara itu, ringgit Malaysia menguat 0,26 persen, diikuti rupee India yang naik 0,18 persen, serta peso Filipina yang menguat 0,10 persen. Yen Jepang juga terapresiasi 0,09 persen, sedangkan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.
Baca Juga: BI Tak Agresif Stabilkan Rupiah, Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T
Di sisi lain, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,38 persen. Pelemahan juga dialami baht Thailand yang terkoreksi 0,12 persen, yuan China yang melemah 0,04 persen, serta dolar Singapura yang turun tipis 0,008 persen terhadap dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Telkom University Gandeng NUS, Telkom Dorong Talenta Digital Indonesia Berdaya Saing Global
-
RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik
-
Purbaya Girang Pendapatan Negara di Semester I 2026 Lebih Tinggi dari Era Sri Mulyani
-
61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional
-
Pemerintah Diminta Evaluasi Dampak Komisi Ojol 8 Persen Selama Enam Bulan
-
Saham Tambang Kembali Bersinar, AMMN, ANTM, Hingga BUMI Potensi Cuan Gede
-
Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Telkom Perkuat Transformasi Jadi Strategic Holding
-
Zulhas Dorong Sektor Lain Ikuti Langkah Cepat Jalankan Perdagangan Karbon
-
Pelaku Usaha Kembali Dibikin Pusing Pemerintah, Pajak Air Tanah Naik
-
Bolak-balik Masuk BUMN, Faik Fahmi Kini Jadi Bos Pelita Air