Bisnis / Makro
Selasa, 07 Juli 2026 | 15:47 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Pendapatan Negara semester pertama 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan.
  • Realisasi pendapatan tersebut bersumber dari sektor perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun, PNBP Rp271,0 triliun, serta penerimaan hibah sebesar Rp700 miliar.
  • Belanja negara sebesar Rp1.656,0 triliun menyebabkan defisit APBN senilai Rp196,5 triliun dengan surplus keseimbangan primer mencapai Rp85,1 triliun.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku gembira dengan Pendapatan Negara yang mencapai Rp 1.459,4 triliun di semester pertama 2026, atau setara 46,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN

Menkeu Purbaya beralasan kalau Pendapatan Negara di pertengahan tahun ini tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), di mana Pendapatan Negara 2025 era Menkeu Sri Mulyani hanya mencapai Rp 1.201,8 triliun.

Ia menerangkan kalau realisasi Pendapatan Negara itu terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.187,8 triliun atau 44,1 persen dari target APBN dengan pertumbuhan 21,4 persen yoy. 

Selain pajak ada pula Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 271,0 triliun atau 59,0 persen dari target APBN dan tumbuh 21,6 persen. Sementara Penerimaan Hibah mencapai Rp 700 miliar di semester pertama 2026.

"Kalau kita lihat Penerimaan Pajak saja itu tumbuhnya 24,6 persen. Ini perkembangan yang menggembirakan mengingat tahun lalu kontraksi 7 persen di enam bulan pertama," beber dia saat Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI yang disiarkan virtual, Selasa (7/6/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) menerima memori jabatan dari pejabat lama Sri Mulyani Indrawati saat serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam persentase yang ditampilkan, semua kategori Pendapatan Negara di semester pertama 2026 ini memang mengalami pertumbuhan secara yoy.

Penerimaan Pajak misalnya, mencapai angka Rp 1.187,8 triliuh atau meningkat 24,6 persen yoy dibanding Rp 831,3 triliun pada 2025. Begitu pula Kepabeanan dan Cukai dengan realisasi Rp 152,0 triliun atau meningkat 3,4 persen yoy dibandingkan Rp 147,0 triliun di semester awal 2025.

Realisasi PNBP juga meningkat Rp 271,0 triliun atau tumbuh 21,6 persen yoy dibandingkan Rp 222,9 triliun di 2025. Penerimaan Hibah pun naik Rp 700 miliar atau 10,2 persen yoy dari Rp 600 miliar di tahun lalu.

"Jadi reformasi perpajakan dan reformasi organisasi maupun personal perpajakan sudah memberikan hasil yang cukup menjanjikan, sampai ke depannya akan terus membaik," jelas Purbaya.

Baca Juga: Pelaku Usaha Kembali Dibikin Pusing Pemerintah, Pajak Air Tanah Naik

Rincian pendapatan dan belanja negara

Dalam paparannya, Purbaya menerangkan kalau realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 1.459 triliun di semester pertama 2026. Angka ini setara 46,3 persen dari outlook APBN dan tumbuh 21,4 persen secara tahunan (yoy).

Pendapatan Negara itu terdiri dari Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.187,8 triliun yang mencakup Penerimaan Pajak Rp 1.035,7 triliun serta Kepabeanan dan Cukai Rp 152,0 triliun. Kemudian ada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 271,0 triliun dan Penerimaan Hibah Rp 700 miliar.

Sementara itu Belanja Negara mencapai Rp 1.656,0 triliun atau setara 43,1 persen dari target APBN 2026. Angka ini juga tumbuh 17,8 persen yoy dari tahun lalu.

Belanja Negara itu terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat sebanyak Rp 1.298,6 triliun yang meliputi Belanja Kementerian Lembaga (K/L) Rp 658,9 triliun dan Belanja non K/L 639,7 triliun. Kemudian ada Transfer ke Daerah (TKD) sebanyak Rp 357,4 triliun.

Berkat tingginya Belanja Negara ketimbang Penerimaan Negara, maka defisit APBN mencapai Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di semester pertama 2026.

Dengan kinerja APBN tersebut, keseimbangan primer mencatatkan surplus sebesar Rp 85,1 triliun. Kemudian di sisi pembiayaan anggaran realisasinya mencapai Rp 452 triliun atau 65,6% dari target APBN 2026.

Load More