Bisnis / Energi
Kamis, 09 Juli 2026 | 11:19 WIB
Kapal tanker Pertamina Pride lolos dari Selat Hormuz. [DOK. PT Pertamina International Shipping]
Baca 10 detik
  • PT Pertamina International Shipping berhasil mengeluarkan kapal tanker Pertamina Pride dari Selat Hormuz pada 8 Juli 2026.
  • Kapal tersebut sempat tertahan sejak Maret akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan negara Iran.
  • Seluruh awak kapal dipastikan aman dan kini melanjutkan perjalanan menuju Cilacap guna menyuplai kebutuhan energi nasional.

Suara.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride miliknya telah berhasil keluar dari Selat Hormuz. Dengan demikian, seluruh kapal milik PIS yang sebelumnya dilaporkan sempat tertahan di kawasan tersebut, kini telah berhasil keluar dari perairan tersebut.

"Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz, semalam. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," jelas Pjs Corporate Secretary Vega Pita lewat keterangannya yang dikutip pada Kamis (9/7/2026).

Seperti dilaporkan sebelumnya, ketegangan konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran pada akhir Februari lalu berdampak langsung pada aktivitas pengangkutan minyak di Selat Hormuz.

Penutupan selat tersebut sempat membuat dua kapal milik PIS, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, tidak dapat melintas.

Vega menjelaskan, Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB) dan berhasil melintasi area kritikal serta Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar RI di Tehran, dan seluruh pihak atas dukungannya selama ini," kata Vega.

Dia menyebut, upaya untuk mengeluarkan kapal tersebut, mirip dengan Kapal Gamsunoro. Penentuan waktu dan rute pelayaran Pertamina Pride melewati Selat Hormuz dilakukan berdasarkan penilaian risiko yang ketat.

PIS menetapkan puluhan persyaratan mencakup aspek asuransi, teknis, operasional, keamanan, hingga kesiapan kru sebelum kapal diizinkan bergerak dari Teluk Arab.

Selama perjalanan, kapal dipantau selama 24 jam penuh melalui koordinasi antara awak kapal dan tim crisis center PIS di darat.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Semakin Melorot, Gimana Nasib Harga Pertamax?

Vega memastikan seluruh awak kapal Pertamina Pride dalam kondisi aman. Kapal tanker berkapasitas 2 juta barel minyak mentah tersebut kini langsung melanjutkan perjalanan menuju Cilacap untuk menyuplai kebutuhan energi nasional.

Pertamina Pride diperkirakan menempuh perjalanan selama 15 hari dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026.

PIS menyatakan akan terus memantau situasi keamanan jalur pelayaran internasional serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait guna menjamin keselamatan kru dan kelancaran distribusi muatan.

Kapal tanker Pertamina Pride lolos dari Selat Hormuz. [DOK. PT Pertamina International Shipping]

"PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz," kata Vega.

Load More