Bisnis / Energi
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:23 WIB
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE). [Antara//Muhammad Adimaja/nym]
Baca 10 detik
  • PT Pertamina Geothermal Energy memulai pengeboran sumur eksplorasi PLTP Lumut Balai Unit 3 di Muara Enim pada Rabu, 8 Juli 2026.
  • Proyek ini ditargetkan beroperasi pada 2030 dengan kapasitas 55 megawatt untuk meningkatkan pasokan listrik bersih di wilayah Sumatera.
  • Pemerintah mendukung proyek melalui pendanaan luar negeri sebesar 158,86 juta dolar AS yang tertera dalam dokumen Green Book 2026.

Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) resmi memulai pengeboran (tajak/spud-in) sumur eksplorasi pertama untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 3 di Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (8/7/2026).

Langkah ini dilakukan untuk menambah pasokan listrik bersih dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa panas bumi merupakan sumber energi yang stabil dan andal untuk pemenuhan kebutuhan energi masa depan.

“Panas bumi hadir sebagai sumber energi baseload lokal yang mampu menjawab kebutuhan tersebut. Tajak sumur pertama PLTP Lumut Balai Unit 3 ini menjadi langkah konkret kami dalam menghadirkan energi yang bersih dan tangguh demi menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ahmad Yani dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (9/7/2026).

Pengeboran perdana ini dilakukan di sumur LMB 19-3, Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, menggunakan rig GDAP#123.

Target kedalaman pengeboran mencapai 2.500 meter dan diperkirakan selesai dalam waktu 44 hari dengan menerapkan standar teknis serta aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Ilustrasi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

PLTP Lumut Balai Unit 3 ditargetkan beroperasi komersial pada tahun 2030 dengan kapasitas 55 megawatt (MW).

Proyek ini merupakan kelanjutan dari Unit 1 yang beroperasi sejak September 2019 dan Unit 2 yang mulai beroperasi pada Juni 2025. Total kapasitas gabungan kedua unit terdahulu saat ini mencapai 2x55 MW.

Secara pendanaan, proyek Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 telah masuk dalam Green Book 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian PPN/Bappenas pada Juni lalu.

Baca Juga: Emiten PGEO Bukukan Laba Bersih Tumbuh 40% pada Kuartal I-2026

Status tersebut membuka peluang pendanaan melalui pinjaman luar negeri sebesar 158,86 juta dolar AS untuk Unit 3, dan 148,97 juta dolar AS untuk Unit 4.

Pengembangan ini merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang PGE untuk mencapai target total kapasitas terpasang panas bumi sebesar 3 gigawatt (GW), sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Saat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW di enam wilayah operasi. Selain Lumut Balai, perusahaan juga tengah menggarap proyek PLTP Lahendong Unit 7 & 8 (50 MW), PLTP Hululais Unit 1 & 2 (110 MW), eksplorasi Gunung Tiga, serta proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power berkapasitas total 230 MW.

Load More