- ICW mengungkap dugaan perburuan rente sebesar Rp5,54 triliun dalam proyek pengadaan 80.000 mobil oleh PT APN.
- Temuan tersebut didasarkan pada selisih harga pembelian unit kendaraan dengan data impor resmi dari India.
- ICW mendesak KPK melakukan penyelidikan atas potensi penyimpangan harga dan transparansi tata kelola pengadaan mobil tersebut.
Suara.com - Penyelidikan Indonesian Corruption Watch (ICW) terhadap pengadaan mobil pikap untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengungkap dugaan adanya potensi perburuan rente hingga Rp5,54 triliun.
Temuan itu muncul setelah ICW membandingkan harga pembelian mobil oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (APN) dengan data ekspor-impor kendaraan dari India.
Kepala Divisi Hukum dan Investigasi ICW, Wana Alamsyah, mengatakan potensi rente tersebut berasal dari selisih harga pembelian mobil oleh PT APN dengan harga impor kendaraan yang diterima perusahaan perantara.
Berdasarkan dokumen yang pernah dipublikasikan PT APN, perusahaan BUMN itu membeli satu unit mobil senilai Rp255 juta.
Sementara berdasarkan data ekspor-impor yang ditelusuri ICW, harga rata-rata mobil yang diimpor PT Bumi Indo Gemilang (BIG) dari Mahindra, India, tersebut sekitar Rp168,8 juta per unit sebelum memperhitungkan keuntungan perusahaan.
Dengan asumsi keuntungan importir sebesar 10-15 persen, ICW memperkirakan harga wajar kendaraan itu berada pada kisaran Rp185 juta hingga Rp194 juta per unit.
"Maka selisih rente per unitnya yang kami hitung adalah 61-69 juta rupiah. Jika dikalikan dengan kuantitas barang yang dibeli oleh PT APN sebanyak 80 ribu unit, kami menemukan potensi adanya rente perburuan sekitar 4,86 sampai 5,54 triliun rupiah," kata Wana dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (20/7/2026).
Dalam penelusurannya, ICW juga menyoroti penggunaan PT BIG sebagai importir mobil, bukan PT APN yang membeli langsung ke produsen Mahindra di India.
ICW menilai penggunaan perusahaan perantara berpotensi memperbesar biaya pengadaan.
Baca Juga: Viral Lokasi Kopdes Merah Putih Tak Strategis, Menkop Ferry Juliantono Janji Evaluasi
Menurut Wana, pengalaman pemantauan ICW terhadap berbagai kasus korupsi pengadaan menunjukkan harga pengadaan pemerintah kerap lebih mahal dibanding harga pasar akibat adanya margin pada setiap mata rantai distribusi.
"Seringkali kita menemukan pengadaan pemerintah itu lebih mahal harganya dibandingkan dengan nilai pasar. Karena ada rente yang diambil dari setiap layer tersebut," ujarnya.
Selain itu, ICW menilai tata kelola pengadaan di PT APN juga belum transparan. Sebab hingga kini sulit memperoleh informasi mengenai aturan maupun petunjuk teknis pengadaan yang digunakan perusahaan.
"Ketika pemerintah melalui PT APN membeli mobil dengan nilai yang sangat fantastis tanpa disertai adanya keterbukaan itu akan menjadi persoalan," kata Wana.
Atas temuan tersebut, ICW mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan kajian terhadap dugaan praktik perburuan rente dalam proyek pengadaan mobil Koperasi Merah Putih, mengingat realisasi pembelian disebut baru sekitar 2.000 unit dari total rencana 80.000 unit.
Berita Terkait
-
Viral Lokasi Kopdes Merah Putih Tak Strategis, Menkop Ferry Juliantono Janji Evaluasi
-
Agustina Arumsari Bungkam Soal Rangkap Jabatan: Fokus Kami Hari Ini Cuma Tindak Lanjut KPK
-
Calon Manajer Kopdes Berhak Tolak Latsarmil, Tak Boleh Didiskualifikasi
-
Purbaya Sesumbar 8.523 Kopdes Merah Putih dan 16 Sekolah Rakyat Sudah Dibangun di Jateng
-
3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Hendardi Sentil Kejagung: Jangan Defensif dan Lecehkan Nalar Publik Soal Penanganan Korupsi
-
Di Balik Penggeledahan yang Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah: Anomali dan Tanda Tanya Penyidikan
-
Sindir Kejahatan di Tubuh Jaksa, Mahasiswa Desak DPR Kawal Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?
-
KPK Curiga Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Pakai Nama Orang Lain Tanpa Hubungan Keluarga
-
Brimob Bersenjata Lengkap Kawal Pengungkapan Dugaan Korupsi Jampidsus di Polda Metro Jaya
-
Rachmat Gobel Wafat Tanpa Riwayat Penyakit, Putra: Kembali dalam Kondisi Paling Ideal
-
Prabowo: Jangan Lawan Kehendak Rakyat dengan Membiarkan Korupsi
-
JK di Pemakaman Rachmat Gobel: Kita Kehilangan Sosok yang Paham Masalah Bangsa
-
Hakim Ungkap Rincian Suap Rp91,77 Miliar Blueray Cargo ke Pejabat Bea Cukai